SLANK adalah salah satu musisi yang sering menyuarakan kritik mereka sepanjang rezim Orde Baru lalu. Maka tak mengherankan, saat reformasi bergulir, mereka juga tak mau kalah.
Mereka melontarkan lirik-lirik yang menyinggung peristiwa yang terjadi di penghujung pemerintahan Orde Baru, salah satunya kasus penghilangan paksa.
Dalam album Mata Hati Reformasi yang mereka rilis pada pertengahan Juli 1998, ada salah satu lagu berjudul Missing Person (Trend Orang Ilang). Lagu ini diciptakan oleh Bimbim sang drummer sebagai pengingat akan tragedi Mei 1998 di Indonesia.
Dari lirik-lirik yang mereka lontarkan, sepertinya mereka menyoroti kasus penghilangan paksa aktivis pro-demokrasi 1997 – 1998.
Sebagai informasi, sebagaimana dilansir dari situs Amnesti Internasional Indonesia, pada kasus penghilangan paksa aktivis 1997 – 1998, total terdapat 22 orang yang diculik oleh Tim Mawar, sebuah tim yang dibentuk Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada masa Orde Baru.
Sembilan korban berhasil kembali dari penculikan, 13 korban masih hilang dan belum dikembalikan hingga sekarang.
Album Mata Hati Reformasi ini sendiri sebagaimana dilansir dari situs Ensiklopedia Dunia, merupakan album studio kedelapan mereka. Berisikan 16 buah lagu, mulai direkam sejak 13 Mei hingga 30 Juni 1998.
Dalam album ini, Slank lebih menyuarakan tentang sosial politik, apalagi peluncuran album ini bersamaan dengan peristiwa Reformasi 1998.
Berkaitan dengan Hari Internasional Korban Penghilangan Paksa yang jatuh pada hari ini, 30 Agustus, mari kita simak lirik lagu Missing Person (Trend Orang Ilang) milik Slank yang kami rangkum dari berbagai situs:
Baca Juga: Korban-korban Penghilangan Paksa di Indonesia yang Masih Dicari
Culik menculik lagi zaman culik-culik-an
Hilang menghilang lagi nge-trend orang yang hilang..
Dimana mereka berada?
Gimana nasib mereka?
Ngumpet takut apa diumpetin?
Ada di sel apa udah mati?
Lepas-lepas-in sebab-sebab sekalian jelasin
Bebas-bebas-in kalo memang di dalam bui
Nggak ada kabar berita... ?
Jangan-jangan mereka di siksa... ?
Tiba-tiba lepas (yang lepas) apa benar lepas ?
Kok pada diam mulut membungkam (apa di bungkam) ?
Lepas-lepas-in...bebas-bebas-in...balik-balik-in
Walau cuma tubuh yang mati
Lepas-lepas-in...bebas-bebas-in... balik-balik-in
Rasa aman biar pada tentram...
Editor : Miftahul Khair