Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Olavi Laiho, Orang Finlandia Terakhir yang Merasakan Hukuman Mati di Negaranya

Miftahul Khair • Senin, 2 September 2024 | 11:45 WIB
Olavi Laiho
Olavi Laiho

SAAT ini, 103 negara telah tercatat menghapus hukuman mati untuk segala bentuk tindak pidana. Namun Finlandia sendiri telah memberlakukan itu sejak 80 tahun yang lalu, di mana narapidana terakhir yang merasakan hukuman mati di negara tersebut adalah Olavi Laiho pada 2 September 1944.

Situs executedtoday.com, menceritakan jika Laiho merupakan anggota Angkatan Laut Finlandia. Dia direkrut menjadi Angkatan Laut Finlandia untuk dipersiapkan berperang di menghadapi Uni Soviet.

Sebagai seorang komunis, Laiho pernah dipenjara pada 1930-an karena agitasi buruhnya. Dia sendiri lebih condong pada perjuangan pihak lain, dan melarikan diri ke hutan dekat Turku, di mana dia mengumpulkan informasi intelijen untuk diteruskan ke Soviet dan membantu pembelot perang lainnya. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya selama 2 tahun menjelang hukuman mati di tangan regu penembak usai dibekuk pada Desember 1942.

Meskipun Olavi Laiho adalah orang Finlandia terakhir yang dieksekusi di Finlandia, pada 2 September 1944, trio pasukan terjun payung Soviet yang ditangkap di belakang garis Finlandia ditembak sebagai mata-mata pada 3 September 1944. Ketiga orang tersebut adalah orang terakhir yang dihukum mati di Finlandia.

Laiho secara teknis tidak memiliki perbedaan sebagai yang terakhir dalam sejarah Finlandia, namun dialah yang lebih dikenang sebagai tonggak sejarah dibandingkan pasukan terjun payung Rusia. Laiho adalah orang Finlandia terakhir, orang terakhir yang muncul sebagai individu dengan nasib yang mencerminkan nasib rekan senegaranya pada masa itu.

Dilansir dari Buku Executeced Truth – Summer 1944, Laiho dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan militer karena tuntutan desersi, spionase, dan pengkhianatan tingkat tinggi. Dia ditembak oleh regu tembak polisi militer pada tanggal 2 September 1944 di Oulu, dua hari sebelum gencatan senjata.

Meskipun Kode Militer Finlandia mengamanatkan hukuman mati untuk spionase dan pengkhianatan, kemungkinan besar latar belakang komunis Laiho pada akhirnya mempengaruhi hukumannya.

Laiho adalah orang Finlandia terakhir yang dieksekusi di Finlandia, dan orang Finlandia terakhir yang dieksekusi karena kejahatan militer. Sekelompok tiga penyusup Soviet ditembak keesokan harinya karena melakukan spionase. Gencatan senjata pada tanggal 4 September 1944 memberlakukan moratorium eksekusi lebih lanjut. Pada tahun 1945, semua hukuman mati diubah menjadi penjara seumur hidup.

Hukuman mati untuk kejahatan militer dihapuskan di Finlandia pada tahun 1972.(ote)

Editor : Miftahul Khair
#Finlandia #hukuman mati #olavi laiho