Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Asal Usul Palang Merah: Bagaimana Perang Melahirkan Harapan Kemanusiaan

Miftahul Khair • Selasa, 3 September 2024 | 12:18 WIB
Simbol Palang Merah.
Simbol Palang Merah.

PALANG Merah Indonesia (PMI) keberadaannya tentu saja tidak bisa dilepaskan dari Gerakan Palang Merah Sedunia.

Di Hari PMI ini, pontianakpost.jawapos.com akan mengulas mengenai gerakan yang diprakarisai aktivis kemanusiaan asal Swiss, Henry Dunant.

Dilansir dari situs icrc.org, gerakan ini merupakan jaringan kemanusiaan global, yang terdiri dari 80 juta orang yang membantu mereka yang menghadapi bencana, konflik, serta tantangan kesehatan dan sosial.

Gerakan ini terdiri dari ICRC, 191 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Nasional, dan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).

Asal usul gerakan ini dimulai dengan ICRC, yang didirikan pada 1863 oleh aktivis kemanusiaan asal Swiss, Henry Dunant.

Terdorong untuk bertindak setelah kengerian yang ia saksikan selama Pertempuran Solferino, Dunant kemudian berusaha membentuk komite bantuan, yang sekarang kita sebut sebagai Perhimpunan Nasional, di masa damai, untuk melatih para sukarelawan yang akan merawat mereka yang terluka di masa perang.

Hal ini menandai dimulainya sebuah gerakan yang kemudian berkembang hingga mencakup berbagai kegiatan kemanusiaan.

Gerakan ini terdiri dari tiga komponen, yang masing-masing berbeda namun memiliki peran yang saling berkaitan dan saling melengkapi.

Dengan kapasitas yang dapat dimiliki oleh anggota gerakan lainnya, mereka mendukung masyarakat dalam situasi yang paling rentan.

Bersama dengan mitra-mitra gerakan dan untuk mendukung Perhimpunan Nasional di dalam negeri, ICRC mengoordinasikan perlindungan dan bantuan kepada orang-orang yang terkena dampak konflik bersenjata atau perselisihan internal.

Mereka berupaya untuk memastikan penghormatan dan penerapan hukum humaniter internasional.

Mereka bekerja untuk melindungi dan membantu mereka yang terkena dampak konflik, menyediakan layanan medis, mendukung tahanan, dan menyatukan kembali keluarga yang terpisah karena konflik.

IFRC adalah organisasi payung bagi 191 Perhimpunan Nasional. Mereka bekerja dan beroperasi melalui organisasi ini. Mereka adalah penjaga integritas, di mana anggotanya dan pelindung kepentingan masyarakat nasional.

Perhimpunan nasional ini, yang merupakan lembaga tambahan bagi otoritas di bidang kemanusiaan, merespons keadaan darurat kemanusiaan dan kesehatan, serta memberikan dukungan dan bantuan kepada orang-orang rentan di negara mereka masing-masing.

Organisasi ini aktif di tingkat nasional dan mengakar dalam komunitas lokal di seluruh negara. Banyak pula yang mendukung perhimpunan serupa di negara masing-masing ketika respons internasional dimulai.

Simbol khas gerakan ini adalah lambang palang merah. Simbol tersebut berfungsi sebagai perlindungan dan netralitas yang kuat.

Lambang-lambang ini memungkinkan pekerja kemanusiaan untuk beroperasi dengan aman di zona konflik, memastikan pengiriman bantuan penting kepada mereka yang paling membutuhkan.

Selain palang merah, lambang kristal merah diperkenalkan pada 2005 untuk mengakomodasi negara-negara yang tidak menggunakan simbol tersebut karena alasan budaya atau politik.

Gerakan ini sangat bergantung pada dedikasi dan komitmen para relawan. Para sukarelawan ini tanpa pamrih memberikan waktu dan energinya untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada individu dan komunitas yang rentan.

Pekerjaan mereka berkisar dari tanggap bencana dan perawatan medis hingga pendidikan dan kesiapsiagaan masyarakat.

Setelah lebih dari 160 tahun, gerakan ini tetap berkomitmen untuk meringankan penderitaan manusia, melampaui politik, agama, dan kebangsaan.(ote)

Editor : Miftahul Khair
#palang merah #Henry Dunant #sejarah palang merah #palang merah indonesia