Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hari Ini, Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Bagaimana Sejarahnya?

Miftahul Khair • Selasa, 10 September 2024 | 13:37 WIB
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia.
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia.

HARI ini, 10 September, diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia (World Suicide Prevention Day). Peringatan ini kali pertama diluncurkan di Stockholm, Swedia, 10 September 2003 sebagai inisiatif Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Internasional (IASP) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dilansir dari situs IASP, saat peluncuran Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, menetapkan bahwa hari tersebut sebagai cara memusatkan perhatian pada masalah di seluruh dunia. Dalam kesempatan tersebut mereka menegaskan pesan bahwa bunuh diri bisa dicegah.

Dalam buletin IASP pada Juli 2003, Presiden IASP saat itu, Profesor De Leo, menyampaikan harapan kepada seluruh anggota IASP, di mana peringatan tersebut akan menjadi hari bagi semua orang yang menderita karena tragedi kemanusiaan terburuk, yang terjadi terlalu dekat dengan mereka.

Dia berharap, peringatan tersebut akan menjadi momentum bagi pemerintah untuk menyadari bahwa kasus bunuh diri harus menjadi perhatian prioritas dalam agenda kesehatan masyarakat.

Dia yakin, dengan diperingati sebagai sebuah hari yang begitu penting, harapannya akan menjadi hari bagi semua orang di dunia untuk menyadari bahwa bunuh diri adalah sebuah masalah yang tak dapat dianggap remeh.

Menurutnya, dengan dukungan WHO, berarti dimensinya sangat besar, di mana tidak ada seorang pun yang kebal dari hal tersebut.

IASP bekerja sama dengan lembaga antarpemerintah, pemerintah, LSM, asosiasi internasional dan nasional, dokter, peneliti, dan relawan, menggunakan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia sebagai instrumen untuk meningkatkan kesadaran tentang bunuh diri dan pencegahannya.

Dalam siaran persnya pada 10 September 2003, Profesor De Leo menyampaikan harapannya agar dengan peringatan tersebut memasukkan isu ini ke dalam agenda global dan regional, juga berupaya menunjukkan bahwa tindakan harus diambil secara lokal.

Peringatan ini, menurut dia, menggarisbawahi tanggung jawab semua untuk membantu menyelamatkan nyawa yang mungkin dipertaruhkan.

Uniknya, pada 2004, WHO kembali setuju untuk menjadi sponsor bersama hari tersebut dan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia menjadi acara tahunan.

Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia merupakan acara berbasis advokasi dan komunikasi, yang bertujuan untuk menjangkau organisasi nasional, pemerintah, dan masyarakat umum, untuk memberikan pesan tunggal bahwa bunuh diri dapat dicegah.

Peringatan tersebut terus berkembang dari tahun ke tahun, dengan beberapa tahun terakhir ini diperingati di lebih dari 60 negara, dengan ratusan acara. Sebut saja mulai dari acara pendidikan dan peringatan hingga konferensi pers dan konferensi publik.

Liputan Internet dan Media Sosial telah memastikan jutaan orang di seluruh dunia terhubung dengan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia pada 10 September, di mana pada 2020 film Step Closer yang diproduksi IASP telah ditonton lebih dari 30 juta kali. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#hari pencegahan bunuh diri sedunia #World Suicide Prevention Day #bunuh diri