PONTIANAK - Dikenal sebagai Kota Khatulistiwa, Pontianak memiliki warisan penting yakni Museum Kalimantan Barat atau dikenal dengan nama Museum Negeri Pontianak.
Museum ini menyimpan berbagai macam jejak sejarah dan budaya yang menggambarkan keanekaragaman etnis di Kalbar.
Museum Kalbar kembali menjadi pusat perhatian pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk pelajar dari SMA Negeri 2 Pontianak yang datang untuk menyaksikan berbagai macam koleksi sejarah lokal Kalimantan Barat, pada Rabu (11/9) pekan lalu.
Di lantai dasar Museum, pengunjung disambut dengan 3 replika rumah dan Keraton tradisional bersejarah yang menggambarkan kekayaan arsitektur lokal. Seperti Rumah Betang, Keraton Al-Mukarromah Sintang dan Keraton Ismahayana Landak.
Kemudian, saat berada di dalam Museum, pengunjung akan diperlihatkan dengan berbagai macam peninggalan sejarah dan budaya dari tiga etnis besar di Kalbar yaitu Dayak, Melayu dan Tionghoa.
Selain itu, pengunjung juga disambut dengan sejumlah koleksi alat musik tradisional Dayak yakni keledi, sape, ketipung, seruling, gendang, dawu, gambang kayu dan gong. Sementara koleksi alat musik tradisional Thionghoa ada gramofon dan kecapi.
Tak hanya itu saja, Museum Kalbar juga memamerkan replika adat perkawinan Melayu. Replika ini menampilkan upacara pernikahan tradisional Melayu, mulai dari pakaian pengantin, perhiasan, hingga perlengkapan adat yang digunakan. Melalui replika ini, pengunjung bisa melihat bagaimana tradisi perkawinan Melayu dilaksanakan.
Di area belakang Museum, pengunjung juga bisa melihat berbagai koleksi lainnya seperti jangkar kapal dagang asing, miniatur perahu lancang kuning, miniatur tungku naga yang digunakan untuk membuat keramik tradisional. (qud/mgg)
Editor : Miftahul Khair