PONTIANAK - Udara pagi menjelang siang di Pontianak terasa hangat, menyapa lembut setiap pengunjung yang memasuki Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat.
Di antara deretan koleksi artefak bersejarah, dikutip dari halaman web kemdikbud.go.id, tiga meriam ini merupakan peninggalan era kolonial Belanda, tepatnya dari era Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).
Ketiga meriam ini bukan sekadar benda mati, melainkan saksi bisu masa lalu yang menyimpan cerita penuh makna. Meriam pertama yang terletak ditengah-tengah indahnya taman museum Pontianak yang menjadi pusat perhatian pertama ketika sedang berkunjung di museum Pontianak.
Meriam terbuat dari besi yang berbentuk bulat panjang. Bagian mulut meriam lebih kecil daripada bagian pangkalnya. Meriam ini ditemukan oleh Jamaluddin (koordinator pekerjaan pondasi bangunan) di Pasar Nusa Indah.
Meriam ini merupakan peninggalan TNI karena lokasi penemuan, yakni sebelum tahun 1980-an, adalah Markas Artileri Sasaran Udara (ARSU) (sekarang kompleks Pasar Nusa Indah), Asrama Sudirman, Perumahan Perwira TNI dan lapangan rumput.
Meriam kedua terletak di sebelah kanan ketika ketika kita melihat kedepan museum Pontianak. Tidak jauh berbeda dengan meriam yang pertama namun memiliki sejarahnya tersendiri. Meriam kedua ini berasal dari peninggalan VOC berbahan besi asli dibuat pada tahun 1708 dengan panjang 196 cm berat 700 kg. Meriam kedua ini merupakan Hibah dari waris Kerajaan Tayan Kabupaten Sanggau pada tahun 1983.
Dan yang terakhir yaitu meriam ketiga, yang bersebelahan dengan meriam kedua tepatnya di sebelah kiri ketika melihat museum Pontianak dari depan. Meriam ketiga ini memiliki kemiripan dengan meriam yang kedua. Merupakan peninggalan dari VOC serta pemberian hibah dari kerajaan Kabupaten Tayan pada tahun 1983.
Ketiga meriam ini bukan sekadar benda mati. Mereka adalah simbol masa lalu, bukti nyata sejarah kolonial di bumi Khatulistiwa. Mereka juga menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Pontianak dalam melawan penjajah.
Di balik kemegahan dan keanggunan ketiga meriam ini, tersimpan kisah tentang keberanian, keteguhan, dan semangat pantang menyerah.
Mereka mengingatkan kita akan pentingnya menghargai sejarah, agar kita dapat menarik pelajaran berharga untuk masa depan. Sampai saat ini 3 meriam tersebut masih tersimpan rapi di depan museum Pontianak dan terlihat sangat terawat dan gagah ketika melihatnya. (hif/mgg)
Editor : Miftahul Khair