SLANK, nama yang sudah tidak asing lagi di blantika musik Indonesia. Sebagai grup musik yang aktif memperhatikan kondisi di sekeliling mereka, kali ini mereka ikut ambil bagian dalam sebuah kampanye peduli krisis air.
Melalui lagu berbumbu ballad rock, mereka menyuguhkan Krisis Air. Bertepatan dengan Hari Pemantauan Air Sedunia (World Water Monitoring Day) hari ini, 18 September, sepertinya tema ini sangat mengena.
Lirik-lirik dengan gambaran ngeri yang mereka lagukan, sepertinya sudah cukup menyadarkan para pendengar lagu tersebut bagaimana kondisi air saat ini begitu memilukan, jika tak dibarengi dengan kepedulian untuk menjaga lingkungan.
Lagu ini sendiri bisa dijumpai pada album Slank berjudul Jurus Tandur No. 18, yang mereka luncurkan pada Juni 2010. Dilansir dari situs slank.com, album ini sendiri merupakan full album dari mini album berjudul sama, yang mereka luncurkan di awal tahun tersebut dalam sebuah handphone.
Mini album tersebut diberi judul Jurus Tandur yang berarti Maju Terus Pantang Mundur dan No.18 sendiri menandakan album ke-18. Produset gadget saat itu, Nexian menggaet mereka untuk meluncurkan HP Nexian SLANK NX-G503 yang di dalamnya terdapat mini album dimaksud.
Begitu melepas mini album tersebut, Slank berhasil memecahkan Rekor MURI sebagai band pertama di Indonesia yang mengeluarkan album melalui media handphone. Selain itu, Nexian juga mendapat rekor MURI sebagai produsen HP pertama yang mengeluarkan handphone sebagai media album musik.
Dalam full album, Slank meracik 17 buah lagu, salah satunya Krisis Air ini. Lagu tersebut mereka garap untuk mendukung penyelamatan air dunia, dengan keikutsertaan mereka dalam sebuah acara bernama Live Earth Run For Water yang diselenggarakan pada 18 April 2010 di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Jimbaran, Bali.
Secara khusus mereka membuat lagu berjudul Krisis Air yang di akhir lagunya terselip sebuah puisi yang didengungkan Nadine Chandrawinata. (ote)
Baca Juga: Misteri Jet Pribadi Kaesang ke AS, KPK Selidiki Pemiliknya!
Berikut lirik lagu Krisis Air milik Slank tersebut:
Ketika sungai sungai kotor
Mata air terkontaminasi
Ketika air tanah berlimbah
Jangan cuma diam dan menunggu
Berbuatlah untuk air
Ketika sumur sumur mengering
Baca Juga: Lestarikan Budaya Islam, MABM Kabupaten Sambas Gelar Musabaqah Dzikir Maulid
Ketika bumi makin memanas
Sumber kehidupan gak ada lagi
Jangan cuma diam dan menunggu
Hey berhematlah berhematlah
Berhematlah untuk air
Baca Juga: Gempa 4,9 Magnitudo Guncang Bandung! BMKG Sebut Ada Lima Gempa Susulan, Ini Penjelasannya
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Ketika kesegaran hilang
Ketika kehausan datang
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas ASN, Pemkot Singkawang Luncurkan Siraja Bangkit
Ketika kematian menjelang
Jangan cuma diam jangan menunggu
Berlarilah berlarilah berlarilah
Berlarilah untuk air
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Krisis krisis air air krisis
Air air air
Baca Juga: Obat Saja Tak Cukup, Inilah Alasan Sakit Maag Anda Tidak Sembuh!
Ember kosong mencuri tenang dari tidurku
Lagi lagi bingkai mimpi kehilangan satu sudut
Percuma aku bangun yang kulihat hanya bumi menangis sendu
Air berteriak sampai kering detak jantung hutan berhenti ditusuki ranting kering
Penyakit datang berakhir kematian bukan karena perang
Baca Juga: Pj Gubernur Kalbar Minta Muara Sungai Kapuas Dikeruk
Tapi langka-nya air bersih
Kotori saja bumi kita biar senang puaskan diri sendiri
Habiskan sumber mata air kita buat cepat dunia binasa
Apakah itu keinginan kita apa yang telah kita lakukan pada bumi kita
Sampai kapan aku butuh nafas untuk berhati bersih
Bumi rindu penyelamat air kehidupan
Apakah anda penyelamat itu ayo beri air pada anak cucu tapi bukan air mata
Editor : Miftahul Khair