Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Fakta-fakta Unik Tugu Khatulistiwa Pontianak

Miftahul Khair • Sabtu, 21 September 2024 | 14:03 WIB
Tugu Khatulistiwa asli, kini berada di dalam bangunan replika tugu khatulistiwa. (kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Tugu Khatulistiwa asli, kini berada di dalam bangunan replika tugu khatulistiwa. (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

PONTIANAK - Tugu Khatulistiwa adalah salah satu landmark paling ikonik di Pontianak, Kalimantan Barat.

Berdiri tegak di atas garis imajiner Khatulistiwa, tugu ini menjadi simbol kebanggaan kota sekaligus daya tarik wisata yang banyak dikunjungi turis lokal maupun mancanegara.

Namun, di balik kemegahan dan popularitasnya, Tugu Khatulistiwa memiliki sejumlah fakta menarik yang jarang diketahui banyak orang.

Sejarah Singkat Pendirian

Tugu Khatulistiwa pertama kali dibangun pada tahun 1928 oleh sebuah tim ekspedisi astronomi asal Belanda.

Menurut laman resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pontianak, tugu ini awalnya hanya berupa tonggak sederhana dari kayu dengan tanda panah di bagian atasnya yang menunjukkan posisi garis lintang nol derajat.

Tujuan utama pembuatan tugu ini adalah untuk menandai titik persis di mana garis Khatulistiwa membelah Pontianak.

Setelah beberapa kali mengalami renovasi, Tugu Khatulistiwa kini memiliki bentuk yang jauh lebih modern.

Pada tahun 1930, dilakukan penambahan lingkaran di bagian atas tugu, yang kemudian diikuti oleh renovasi besar pada 1990.

Pada tahun ini, dibangun kubah besar yang melindungi bangunan asli dari kerusakan, sekaligus menjadikannya lebih monumental.

Fenomena Kulminasi Matahari

Salah satu fenomena paling unik yang bisa disaksikan di Tugu Khatulistiwa adalah fenomena kulminasi matahari, di mana matahari berada tepat di atas garis Khatulistiwa sehingga bayangan benda yang ada di sekitarnya menghilang sejenak.

Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun, yaitu sekitar tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.

Berdasarkan informasi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), pada saat kulminasi matahari, semua benda yang berada di sekitar tugu tidak akan memiliki bayangan selama beberapa detik.

Fenomena ini selalu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan dan warga lokal yang ingin merasakan momen langka tersebut.

Bahkan, setiap tahunnya diadakan acara khusus untuk menyambut kulminasi matahari, yang diisi dengan berbagai kegiatan seni dan budaya.

Ikon Pariwisata dan Pendidikan

Tugu Khatulistiwa tidak hanya menjadi ikon wisata, tetapi juga sebagai tempat edukasi.

Melalui informasi yang disajikan di museum mini yang berada di dekat tugu, para pengunjung dapat belajar tentang konsep astronomi, termasuk penjelasan detail tentang garis Khatulistiwa, fenomena kulminasi, serta sejarah panjang tugu ini.

Informasi ini juga dipertegas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menyebutkan bahwa tugu ini adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia di mana pengunjung bisa berdiri tepat di garis tengah Bumi.

Selain menjadi tempat edukasi, Tugu Khatulistiwa juga menjadi simbol penting dalam kehidupan masyarakat Pontianak.

Banyak acara-acara budaya, seperti Festival Khatulistiwa, yang diadakan di kawasan ini, sehingga semakin menegaskan bahwa tugu ini bukan sekadar bangunan biasa, melainkan bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Pontianak.

Tugu Khatulistiwa Pontianak adalah bukti sejarah, ilmu pengetahuan, dan budaya yang berpadu dalam satu bangunan monumental.

Dari awal pendiriannya oleh ekspedisi Belanda hingga kini menjadi ikon pariwisata, tugu ini terus menjadi saksi perjalanan waktu.

Fenomena kulminasi matahari yang terjadi di sana pun menjadi pengalaman unik yang tidak bisa ditemukan di banyak tempat lain di dunia.

Maka, tak heran jika Tugu Khatulistiwa menjadi destinasi wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Pontianak. (mif)

Editor : Miftahul Khair
#tugu khatulistiwa #pontianak