Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Tani dan Petani, antara Mata Pencaharian dan Profesi

Miftahul Khair • Selasa, 24 September 2024 | 13:25 WIB
MAKIN UNTUNG: Petani bawang merah di Brebes merasakan tanahnya subur dan produktivitasnya meningkat 30 persen setelah menggunakan pupuk organik. 
MAKIN UNTUNG: Petani bawang merah di Brebes merasakan tanahnya subur dan produktivitasnya meningkat 30 persen setelah menggunakan pupuk organik. 

PETANI adalah nama profesi seseorang yang tugasnya bertani dan mengurus pertanian. Banyak orang menganggap tani adalah sebutan singkat untuk petani, padahal kedua kata tersebut memiliki definisi yang berbeda.

Di Hari Tani Nasional yang juga bertepatan dengan Hari Agraria dan Tata Ruang yang diperingati pada hari ini, 24 September, pontianakpost.jawapos.com akan mengulas perbedaan kedua istilah ini. Dilansir dari situs bobo.grid.id, dijelaskan bahwa berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, tani adalah mata pencaharian dalam bentuk bercocok tanam; mata pencarian dalam bentuk mengusahakan tanah dengan tanam-menanam.

Kata tani ini berkaitan dengan pertanian, yang merupakan sebuah aktivitas mengusahakan tanah dengan tanam-menanam. Sebagai negara agraris, Indonesia mengandalkan sektor perekonomiannya dari mengolah lahan pertanian dan menghasilkan bahan makanan.

Pertanian sendiri bisa beragam bentuknya, tergantung dari jenis tanaman apa yang ditanam, bisa berupa makanan pokok, sayur, dan buah. Pertanian cocok untuk wilayah dataran rendah, karena tumbuhan dapat tumbuh dengan subur dengan dukungan suhu lingkungan dan kondisi tanah yang baik.

Suhu yang tidak terlalu dingin atau panas, membantu tanaman tumbuh dan berkembang. Jenis tanah pada wilayah dataran rendah adalah tanah alluvial, yaitu tanah hasil endapan yang subur. Wilayah dataran rendah juga mengandung aliran air yang melimpah sehingga dapat menunjang kegiatan pertanian.

Sementara untuk istilah petani, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan orang yang pekerjaannya bercocok tanam. Di Indonesia, profesi petani memiliki pengaruh besar pada kebutuhan pangan seluruh masyarakat. Sebab, sebagian besar rakyat Indonesia mengonsumsi makanan pokok berupa nasi hasil pertanian.

Tidak hanya tanaman padi, petani juga mencukupi kebutuhan bumbu dapur seperti cabai, bawang-bawangan, dan beberapa jenis sayur. Pentingya profesi ini hingga pernah mendapatkan pujian dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Tugas seorang petani adalah menanam, merawat, dan mengusahakan tanaman yang ditanamnya tumbuh dengan baik hingga masa panen. Di sawah, petani berperan menanam, membajak sawah, dan memberantas hama dan gulma yang mengganggu pertumbuhan.

Sementara di perkebunan, petani juga bertugas memastikan tanaman tumbuh dengan baik, terhindari dari penyakit dan hama.

Disebutkan ada beberapa jenis petani yang dibedakan berdasarkan tanaman yang diusahakan, seperti petani padi, petani sayur, petani kopi, petani jagung, petani buah, petani tambak, petani sawah, petani ladang, dan sebagainya. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#petani #sejarah hari ini #tani #Hari Agraria dan Tata Ruang nasional