Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hari Ini, Hari Disleksia Sedunia, Bagaimana Sejarahnya?

Miftahul Khair • Selasa, 8 Oktober 2024 | 14:01 WIB
Hari Disleksia Sedunia (World Dyslexia Day) diperingati pada 8 Oktober.
Hari Disleksia Sedunia (World Dyslexia Day) diperingati pada 8 Oktober.

HARI Disleksia Sedunia (World Dyslexia Day) diperingati setiap tahun selama Pekan Kesadaran Disleksia (Dyslexia Awareness Week). Peringatan tersebut merupakan bagian dari Bulan Kesadaran Disleksia (Dyslexia Awareness Month), Oktober. Perayaannya sendiri dilangsungkan secara rutin setiap tahun pada 8 Oktober atau hari ini.

Dilansir dari situs cpen.com, acara ini didirikan oleh Asosiasi Disleksia Eropa (EDA), untuk meningkatkan kesadaran akan disleksia di Eropa. Hari Disleksia Sedunia juga merupakan hari yang penuh kegembiraan dalam banyak hal, tidak hanya karena tujuannya untuk melibatkan banyak orang tetapi juga untuk mempersatukan kita, terlepas dari siapa kita.

Asosiasi Disleksia Eropa adalah organisasi payung non-pemerintah. Mereka bekerja seperti sebuah platform dan suara para penderita disleksia dan apa yang disebut 'Kesulitan Belajar Khusus' di Eropa. Perwakilan dari sepuluh asosiasi disleksia nasional membentuk dan secara resmi mendirikan organisasi tersebut berdasarkan hukum Belgia pada 1987 di Brussels.

Misi Bulan Kesadaran Disleksia adalah untuk bergabung dengan dunia disleksia dengan kampanye terpadu. Setiap orang dapat mengambil bagian dalam tantangan ini dengan meningkatkan kesadaran melalui berbagai cara. Salah satu caranya adalah dengan menyoroti dukungan yang tersedia bagi individu dan organisasi serta mitra kerja Anda.

Kini ada peluang untuk menjadi bagian dari Kampanye #GoRedForDyslexia yang tersedia di seluruh dunia tanpa batas. Ada cara lain seperti menyebarkan kesadaran dengan memilih memakai pakaian baca di Hari Disleksia Sedunia. Tindakan yang dilakukan baik oleh individu maupun seluruh perusahaan ini menunjukkan dukungannya terhadap penderita disleksia. Siapa pun dapat bergabung dalam #GoRedForDyslexia!

Tujuan Hari Disleksia Sedunia adalah untuk menyadarkan dan meningkatkan pemahaman tentang disleksia, apa itu disleksia, dan bagaimana cara kerjanya. Berdasarkan hal ini, beberapa asosiasi di seluruh Eropa membuat acara, menghasilkan sumber daya, dan berbagi informasi dengan guru, pemberi kerja, dan masyarakat umum untuk menyoroti berbagai masalah terkait disleksia.

Misalnya identifikasi dini penyakit disleksia dan penyesuaian yang wajar. Hari, minggu, dan bulan Disleksia Sedunia seringkali mendapat dukungan dari sekolah dan dunia usaha. Hal ini menarik perhatian media terhadap apa yang dihadapi penderita disleksia setiap hari.

Pada Hari Disleksia Sedunia, diadakan berbagai acara dan kampanye yang diprakarsai oleh masing-masing asosiasi di Eropa. Melihat ke belakang, setiap tahun didedikasikan untuk tema yang berbeda. Tema 2023 adalah Uniknya Kamu.

Ada beberapa contoh kegiatan yang dilakukan pada 2019. Inggris meminta sekolah dan tempat kerja untuk meluangkan waktu saat istirahat sarapan atau makan siang, pertemuan, atau kelas untuk mendiskusikan cara memberdayakan disleksia dalam organisasi, sehingga memaksimalkan nilai yang dihasilkan.

Juga untuk berbagi informasi dan mengajak orang-orang terkait untuk memberikan pemikirannya tentang disleksia, misalnya siswa atau rekan kerja yang menderita disleksia.

Contoh lainnya adalah Swedia, yang merayakan hari tersebut dengan kampanye #formadinbokstav, atau ‘bentuk surat Anda’ di media sosial. Kampanye ini bertujuan untuk menarik semua orang untuk bermain-main dengan bentuk dan suara huruf.

Bermain memperkuat kemampuan linguistik anak dan memudahkan mereka belajar membaca dan menulis. Kampanye ini juga merupakan cara untuk mendramatisasi kesulitan membaca dan menulis.

Caranya bisa dengan membuat surat yang paling lucu, terbaik, dan terbaik sesuai keinginan, rekam atau rekam surat itu, poskan ke Facebook, Instagram, atau Twitter serta menggunakan tagar #formadinbokstav dan #EDADyslexiaday. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#sejarah hari ini #World Dyslexia Day #Hari disleksia Sedunia