Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mengenal Kiprah Bapak Pos Dunia Heinrich von Stephan

Miftahul Khair • Rabu, 9 Oktober 2024 | 14:37 WIB
Heinrich von Stephan.
Heinrich von Stephan.

PENAMAAN Jalan Heinrich von Stephan di Prusia, memiliki nama yang memiliki arti khusus. Kepala Kantor Pos Kekaisaran Jerman (1831 – 1897) tersebut mengetahui segala hal tentang peraturan daerah dan masa jabatannya merupakan terobosan bagi nasib Reich Jerman.

Menarik untuk mengulas sosok yang ditahbiskan sebagai Bapak Pos Dunia tersebut. Sebagaimana dilansir dari situs Des-Integrate, di bawah kepemimpinannya, Deutsche Post dibentuk. Ia bahkan sampai membakukan perangko surat, memperkenalkan kartu pos sebagai media baru, dan mendorong perjanjian internasional di Universal Postal Union. Namun Stephan juga menulis sejarah kolonial.

Pada 1859, Heinrich von Stephan menulis Sejarah Layanan Pos Prusia yang monumental, dengan fokus pada jalur komunikasi yang rumit. Karena hanya Prusia yang memiliki layanan pos negara, sementara negara-negara tetangga Jerman lainnya sebagian besar dikelola oleh layanan pos swasta, di mana peraturan bea cukai yang rumit membuat pertukaran pesan terkadang memakan waktu yang lama.

Seperti yang ditunjukkan oleh jalur komunikasi ini, jaringan negara-negara Jerman bukanlah satu kesatuan.

Selama Perang Jerman, Prusia mengambil langkah cerdas dengan menduduki berbagai pusat pos, mengambil kendali administrasi, dan menempatkan seluruh staf di bawah komandonya. Dengan bantuan layanan pos, pawai kemenangan melintasi negara bagian Konfederasi Jerman diamankan.

Heinrich von Stephan bertanggung jawab atas perjanjian pembentukan Persatuan Pos Internasional pada 1874 antara Kekaisaran Jerman, Prancis dan koloninya, Persemakmuran Inggris Raya, Belanda, Spanyol, Greenland, Persia, dan Mesir.

Seorang pejabat pos membuat kebijakan luar negeri karena jaringan luas antarnegara bagian akan menjamin bahwa pesan dari masing-masing negara dapat terkirim dengan cepat melalui rute terpendek, dan infrastruktur mitra pos akan digunakan untuk mencapai hal tersebut.

Langkah-langkah luas Heinrich von Stephan kini dinyatakan sebagai world mail. Layanan pos menciptakan cakupan wilayah baru yang mencakup hampir seluruh dunia dan, pada saat yang sama, memastikan bahwa jarak antar huruf tidak lagi menjadi masalah.

Perangko distandarisasi, seperti yang terjadi pada kartu pos lapangan selama perang melawan Prancis pada 1870 – 1871. Alih-alih tentara, pejabat kolonial, pedagang, dan misionaris kini menulis surat ke rumah, namun dampaknya tetap sama, di mana semakin lancar pertukaran dengan koloni, semakin dekat wilayah tersebut dengan perbatasan Kekaisaran Jerman, dan semakin yakin mereka yang tetap tinggal di rumah.

Kekaisaran Jerman akhirnya memulai perjalanannya, karena prangko resmi kini dapat menjangkau titik mana pun di wilayah Persatuan Pos Universal.

Kapal uap dengan demikian menjadi semacam simbol kolektif bagi negara yang akan berangkat.

Pada 1890, Heinrich von Stephan memohon kepada Reichstag untuk memberikan subsidi nasional untuk Jalur Afrika Timur, karena kurangnya fasilitas transportasi pada akhirnya juga menjadi alasan mengapa tidak ada berita tentang Dr. Carl Peters, pendiri Afrika Timur Jerman, akan datang. Kemudian bagaimana lagi penindasan terhadap pemimpin pemberontak dapat dijamin jika bukan dengan koneksi kapal uap Jerman?

Stephan menuntut dukungan nasional untuk jalur kapal uap dan kapal uap tersebut tidak lagi dibangun di galangan kapal Inggris, seperti yang terjadi di masa lalu, tetapi hanya oleh industri Jerman.

Pada 1890, sebuah konsorsium pemilik kapal mendirikan Jalur Afrika Timur Jerman dan membentuk armada yang diperluas dengan kapal uap baru setiap tahun.

Dengan nama kapal seperti König, Herzog, Kaiser, Reichstag, General, Safari, dan Peters, dan ditandai dengan Reichspost (Imperial Mail), kapal uap ini adalah kapal pesan pertama yang dikirim ke akan dikirim ke koloni.

Kapal uap menjadi motif utama kolonialisme Jerman, setelah negara mensubsidi jalur kapal uap, kartu pos pertama dengan motif kapal uap segera bermunculan. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#sejarah hari ini #Heinrich von Stephan #hari pos sedunia #bapak pos dunia