Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mengenal Mas Asmaoen, Dokter Pertama Indonesia Lulusan STOVIA

Miftahul Khair • Kamis, 24 Oktober 2024 | 14:23 WIB

 

Mas Asmaoen
Mas Asmaoen

SATU-satunya dokter pertama di Indonesia pada masa kolonial Belanda adalah Mas Asmaoen, pria asal Malang, Jawa Timur. Di Hari Dokter Nasional yang jatuh pada hari ini, 24 Oktober, tampaknya perlu untuk mengenal sosok yang satu ini.

Dilansir dari situs mengerti.id, Mas Asmaoen dikenal sebagai dokter pertama di Indonesia, setelah menamatkan studinya di STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen). Sosok yang dikenal sebagai dokter pertama di Indonesia tersebut lantas terkenal ke seluruh penjuru negeri, sehingga kini tidak jarang menjadi daftar pertanyaan yang sering muncul. Menariknya, sosok ini hanya menyelesaikan pendidikannya sebagai dokter di STOVIA hanya 3 tahun.

Mas Asmaoen sendiri merupakan pria kelahiran Malang, 16 Mei 1880. Ayahnya bernama Raden Mas Soemodiprodjo dan ibunya bernama Nyi Mas Arliah Soemodiprodjo.

Kiprahnya sebagai seorang tenaga medis hingga mendapat julukan dokter pertama di Indonesia berawal dari studinya di STOVIA, sekolah kedokteran milik Belanda untuk pribumi kala itu.

Studi kedokterannya tidak hanya berhenti di STOVIA. Setelah lulus, ia kembali melanjutkan pendidikan tinggi ke negeri Belanda, tepatnya yaitu Universiteit van Amsterdam.

Sekembalinya dari negeri Belanda ke tanah air pada 1908, ia lalu mengaplikasikan ilmunya dan berdinas di Kantor Tentara Kerajaan Hindia Belanda, serta membuka praktek sendiri.

Namanya sebagai dokter pertama tanah air juga termuat dalam buku berjudul Jaarboek van Batavia en Omstreken. Bahkan disebutkan pria asal Malang itu hanya butuh waktu 3 tahun untuk belajar di STOVIA.

Selain itu, berbicara perihal kehidupan pribadinya, Asmaoen menikah dengan seorang keturunan Belanda yang lahir di Surabaya bernama Adriana Asmaoen-Punt. Pernikahan tersebut dikaruniai tiga orang buah hati yakni Mathilda Pustelnik Asmaoen, Maximiliaan Cornelis Asmaoen, dan Rudolf Alexander Asmaoen.

Tercatat dalam berbagai sumber, bahwa akhir hayat dari seorang dokter pertama ini, dikebumikan di Belanda, lantaran dirinya memutuskan untuk pindah menjadi warga negara di negeri kincir angin tersebut melalui proses naturalisasi. Mas Asmaoen, sosok dokter Jawa sekaligus seorang tenaga medis pertama di tanah air tersebut, wafat pada 11 Juni 1917. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#indonesia #dokter pertama #mas asmaoen