DALAM Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional, disebutkan bahwa melati merupakan puspa bangsa. Di Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diperingati setiap 5 November, pontianakpost.jawapos.com akan mengulas mengenai bunga yang memiki aroma segar dan khas dan banyak dijumpai di pekarangan rumah tersebut.
Dilansir dari gramedia.com, Melati (Jasminum) adalah tanaman bunga yang digunakan sebagai tanaman hias.
Tanaman ini berupa perdu dengan batang tegak dan hidup selama bertahun-tahun. Melati termasuk dalam genus semak dan tanaman merambat yang tergolong dalam keluarga zaitun (Oleaceae).
Di Indonesia, melati putih (Jasminum sambac) telah menjadi puspa bangsa atau bunga simbol nasional karena melambangkan kesucian dan kemurnian, serta memiliki nilai penting dalam berbagai tradisi dari banyak suku di Indonesia.
Selain melati putih (Jasminum sambac) yang populer, jenis lain yang juga terkenal adalah melati gambir (J. officinale).
Masyarakat Indonesia di seluruh wilayah Nusantara mengenal nama melati dan setiap daerah memiliki nama khas untuk melati, seperti Menuh (Bali), Meulu atau Riwat (Aceh), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), dan lainnya.
Sementara itu, melati putih (J. sambac) dikenal di Inggris sejak 1665 setelah diperkenalkan oleh Duke Casimo de Medici.
Melati memiliki batang bulat dengan tekstur yang kayu. Tinggi tanaman bisa mencapai 30 sentimeter (cm) hingga 3 meter.
Cabang-cabangnya bercabang dan berwarna coklat. Akar melati terdiri dari akar tunggang yang sangat sulit dipatahkan karena bersifat ulet dan tidak memiliki serat. Beberapa jenis melati memiliki akar berbuku-buku, tetapi ada juga yang tidak.
Melati putih atau Jasminum sambac adalah spesies melati yang banyak tumbuh di Indonesia. Daun melati putih adalah daun tunggal.
Tangkai daunnya pendek, sekitar 5 milimeter (mm), dan letaknya berhadapan.
Daun melati putih memiliki bentuk bulat seperti telur dan agak lonjong dengan bagian ujung yang meruncing, sementara itu pada bagian pangkal daun melati terlihat agak bulat, dan di bagian tepi lebih rata. Tulang daun melati putih berbentuk menyirip dan ukuran daunnya sekitar 5 – 10 cm x 4 – 6 cm.
Melati menghasilkan bunga majemuk dengan pertumbuhan bunga di ketiak daun. Satu pangkal bunga akan memiliki tiga bunga sehingga terlihat padat.
Bunga melati memiliki dua buah benang sari dengan filamen pendek. Kelopak dari bunga melati biasanya memiliki jumlah empat hingga sembilan buah.
Bunga ini memiliki 4 ovula dan 2 lokulus atau kantung sari. Ukuran dari bunga melati biasanya cukup kecil yaitu sekitar 2,5 cm dengan warna putih menyerupai lilin serta memiliki tekstur kelopak yang seperti lembaran dengan bentuk seperti terompet. (ote)
Editor : Miftahul Khair