TANGGAL 7 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Wayang Nasional. Peringatan tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2018 tentang Hari Wayang Nasional.
Dilansir dari situs katadata.co.id, Hari Wayang Nasional adalah peringatan yang ditunjukkan untuk menghargai dan melestarikan wayang sebagai warisan budaya Indonesia.
Hari Wayang Nasional diperingati setiap 7 November, ditetapkan Presiden Joko Widodo atas dasar penetapan yang dilakukan organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa yang berfokus pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan (UNESCO).
Organisasi yang berdiri pada 16 November 1945 tersebut menetapkan wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 7 November 2003. Kemudian penetapan itu masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO per-4 November 2008.
Untuk kategori Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity dengan judul The Wayang Puppet Theater. Alasan penetapan UNESCO tersebut adalah karena wayang adalah seni Edipeni dan Adiluhung. Artinya seni yang selain indah juga mengandung nilai-nilai keutamaan hidup.
Wayang adalah seni pertunjukan yang menggunakan boneka atau bayangan untuk menceritakan kisah-kisah epik, mitologi, sejarah, atau kehidupan sehari-hari. Wayang memiliki berbagai jenis, seperti wayang kulit, wayang golek, wayang orang, wayang beber, dan lain-lain.
Wayang juga memiliki nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan sebagai pedoman hidup, seperti kejujuran, kesetiaan, keberanian, keadilan, dan kearifan. Wayang merupakan salah satu aset budaya nasional yang harus kita jaga dan kembangkan agar tidak punah.
Untuk merayakan Hari Wayang Nasional, setiap warga negara Indonesia juga dapat melakukan dengan berbagai cara. Misalnya mempelajari tentang berbagai jenis wayang di Indonesia, mengunjungi museum wayang, mengikuti acara pewayangan, dan memakai twibbon ucapan Hari Wayang Nasional.
Namun yang paling penting, Hari Wayang Nasional perlu dirayakan dengan memahami bahwa Indonesia memiliki kesenian yang luar biasa indah. Apresiasi terhadapnya sangat diperkenankan untuk melestarikan wayang sebagai budaya Indonesia.
Sementara dilansir dari situs Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, mereka mengapresiasi penyelenggaraan Hari Wayang Dunia (HWD) ke-10 yang digelar di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, 1 – 3 November ini.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menyatakan kebanggaannya atas dedikasi ISI Surakarta dalam menjaga dan mempromosikan wayang sebagai salah satu warisan budaya adiluhung Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sejak 2003 sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.
Dalam sambutannya, Menbud menegaskan pentingnya wayang sebagai seni pertunjukan yang kaya akan nilai religius, etis, dan estetis, yang mencerminkan jati diri dan nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia.
Dia juga menekankan bahwa bahwa wayang menyimpan makna yang dalam, mencerminkan kehidupan manusia yeng mencakup berbagai aspek, sehingga dapat menjadi simbol penting dalam pemahaman kehidupan.
Dalam kesempatan ini, Menbud mendorong para pelaku seni dan akademisi termasuk di ISI Surakarta untuk terus berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi tantangan era digital.
Perayaan Hari Wayang Dunia di ISI Surakarta ini mengangkat tema: Wayang Inovasi: Geliat Reka Cipta Wayang Untuk Kejayaan Negeri. (ote)
Editor : Miftahul Khair