Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hari Ini, Hari Urbanisasi Sedunia, Bagaimana Sejarahnya?

Miftahul Khair • Jumat, 8 November 2024 | 11:16 WIB
Ilustrasi urbanisasi.
Ilustrasi urbanisasi.

HARI ini, 8 November, setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Urbanisasi Sedunia (World Urbanism Day). Hari yang dirayakan untuk mengakui dan mempromosikan peran perencanaan dan penciptaan komunitas yang layak huni. Hari ini juga dikenal sebagai Hari Perencanaan Kota Sedunia.

Dilansir dari situs National Day Calender, kata urbanisasi menggambarkan bagaimana penduduk perkotaan berinteraksi dengan lingkungan binaan. Daerah perkotaan adalah kota kecil, kota besar, dan tempat lain dengan populasi lebih tinggi.

Fokus utama perencanaan kota adalah membuat masyarakat sehat dan layak huni bagi penduduknya. Perencanaan kota juga memastikan pembangunan yang teratur.

Situs tersebut menyebut beberapa kota paling sehat dan layak huni di dunia antara lain Osaka, Tokyo, Perth, Zurich, Jenewa, Melbourne, dan Brisbane. Kota yang menduduki peringkat teratas adalah Auckland, Selandia Baru.

Mereka menilai para perencana kota di kota-kota ini telah melakukan pekerjaannya dengan baik. Di sisi lain, mereka juga menyebut kota-kota yang paling tidak layak huni seperti Tripoli, Aljir, Dhaka, Port Moresby, dan Lagos.

Bahkan secara tegas mereka menyebut kota yang paling tidak layak huni di dunia adalah Damaskus, Suriah.

Asosiasi perencanaan di seluruh dunia menyelenggarakan acara pendidikan untuk membantu masyarakat lebih memahami pentingnya perencanaan kota.

Selama acara tersebut, warga didorong untuk terhubung dengan jaringan kesehatan masyarakat dan terlibat dalam proyek perencanaan kota di komunitas mereka.

Untuk berpartisipasi, warga diajak mereka untuk mengembangkan ide-ide untuk memperbaiki keadaan di komunitas, seperti aksesibilitas yang lebih baik bagi penyandang disabilitas atau lebih banyak jalur pejalan kaki.

Kemudian melibatkan diri dalam perencanaan kota dengan menghadiri rapat dewan kota dan komisaris daerah. Warga juga diajak untuk membaca tentang urbanis berpengaruh, seperti Jane Jacobs, Lewis Mumford, Robert Moses, dan Naomi Klein.

Mendiang Profesor Carlos Maria della Paolera dari Universitas Buenos Aires merupakan pendiri Hari Perencanaan Kota Sedunia pada 1949. Ia juga seorang insinyur sipil dan anggota komite geografi nasional di Argentina. Di tahun-tahun berikutnya, hari tersebut juga dikenal sebagai Hari Urbanisasi Sedunia. Saat ini lebih dari 30 negara di empat benua berpartisipasi. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#hari ini #desa #urbanisasi #kota