Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Giovanni Falcone, Hakim yang Berurusan dengan Mafia hingga Tewas

Miftahul Khair • Jumat, 15 November 2024 | 13:45 WIB
Giovanni Falcone.
Giovanni Falcone.

MAJELIS Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendeklarasikan hari ini, 15 November sebagai Hari Internasional untuk Pencegahan dan Pemberantasan Segala Bentuk Kejahatan Terorganisir Transnasional (The International Day for the Prevention of and Fight against All Forms of Transnational Organized Crime).

PBB memperingati semua korban kejahatan terorganisir, termasuk mereka yang kehilangan nyawa dalam memerangi kejahatan tersebut, khususnya aparat penegak hukum dan peradilan, salah satunya Hakim Giovanni Falcone.

Siapakah Giovanni Falcone? Berkenaan dengan peringatan kali pertama Hari Internasional untuk Pencegahan dan Pemberantasan Segala Bentuk Kejahatan Terorganisir Transnasional yang digaungkan tahun ini, pontianakpost.jawapos.com akan membahas sosok yang satu ini.

Dilansir dari situs tirto.id, Giovanni Falcone lahir di Palermo, Italia, pada 18 Mei 1939. Ia tumbuh dalam keluarga yang sederhana dan memiliki nilai-nilai moral yang kuat. Ayahnya seorang pegawai negeri dan ibunya adalah ibu rumah tangga.

Sejak kecil, Falcone sudah memiliki semangat untuk memerangi kejahatan. Ia mengidolakan polisi dan detektif dalam film-film, juga majalah-majalah kejahatan, serta bertekad untuk menjadi seorang pengacara atau hakim.

Falcone mengambil jurusan hukum di Universitas Palermo pada 1961 dan mendapatkan gelar doktor hukum pada 1964. Selama kuliah, ia mengambil studi tambahan dalam ilmu forensik dan kriminologi.

Pada Desember 1982, Falcone ditunjuk untuk melakukan investigasi atas pembunuhan jaksa penuntut umum Piersanti Mattarella, saudara laki-laki calon Presiden Italia, Sergio Mattarella.

Dia menginisiasi undang-undang anti-mafia yang dikenal sebagai Legge Falcone, sehingga memperkuat upaya pengadilan dalam mengendalikan mafia. Ditunjang teknik penyelidikannya yang inovatif dan berani, dia mengurai aliran dana para mafia yang gerak-geriknya kian terdesak.

Investigasinya menghasilkan dakwaan terhadap sembilan orang atas pembunuhan tersebut, termasuk Michele Greco dan Salvatore Riina, dua bos mafia pertama yang didakwa melakukan pembunuhan di Sisilia.

Selama Operasi Maxi Trial, ia melakukan berbagai penyelidikan besar yang didukung pemerintah Italia dan Amerika Serikat.

Pada 1985, ia memimpin tim penyelidik bersama FBI dan Kepolisian New York dalam upaya membongkar jaringan penyelundupan heroin internasional oleh para mafia. Operasi yang dikenal dengan Koneksi Pizza ini juga mendalami pencucian uang narkoba melalui kedai pizza.

Falcone berhasil mengungkap Mafia Gambino, salah satu dari lima keluarga mafia yang terkenal di AS.

Mafia Gambino terkenal karena aktivitasnya dalam bidang bisnis ilegal, seperti kejahatan keuangan, perdagangan narkoba, pemerasan, dan pengaturan hasil pertandingan olahraga. Mereka juga terkenal karena kepemimpinan yang kuat dan ketat dari para pemimpinnya, termasuk John Gotti dan Charles ‘Lucky’ Luciano.

Konsekuensi dari keberaniannya dalam mendobrak sarang mafia tentu disadari Falcone. Ia mulai banyak mendapatkan intimidasi, ancaman, dan upaya pembunuhan, terutama setelah berhasil mengungkap daftar kejahatan yang dilakukan Cosa Nostra pimpinan Salvatore Riina.

Pada 1989, Falcone mengalami upaya pembunuhan pertama kali saat mobilnya diledakkan dengan bom di dekat Palermo. Namun, dia selamat dari serangan tersebut, karena tidak ada orang di dalam mobilnya pada saat kejadian.

Setahun kemudian, Cosa Nostra melakukan upaya pembunuhan yang lebih besar dengan merencanakan peledakan rel kereta api di bawah jalan tol yang akan dilalui oleh mobil yang ditumpangi oleh Falcone. Namun, rencana itu akhirnya digagalkan oleh polisi.

Meskipun upaya-upaya tersebut sudah menunjukkan bahwa Falcone menjadi target utama Cosa Nostra, ia tetap memilih untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai jaksa dan hakim yang menangani kasus-kasus mafia.

Giovanni Falcone tewas dalam serangan bom mobil pada 23 Mei 1992 di jalan tol A29 di dekat kota Capaci, Sisilia. Ia dan istri serta tiga anggota polisi yang mengawalnya tewas seketika dalam serangan yang meruntuhkan sebagian besar jalan tol.

Serangan ini direncanakan dan dilakukan oleh Cosa Nostra atas perintah Riina yang tidak senang atas upaya Falcone dalam mengekspos kegiatan kriminal mereka.

Pembunuhan Falcone diikuti oleh pembunuhan Paolo Borsellino, rekannya dalam persidangan Maxi Trial, 2 bulan kemudian. Kedua pembunuhan mengguncang Italia dan memicu gerakan nasional untuk melawan mafia.

Pembunuhan ini juga menunjukkan kekuatan dan pengaruh yang dimiliki oleh Cosa Nostra, sekaligus tantangan bagi penegak hukum bahwa perjuangan melawan mafia tidaklah mudah. (ote) 

Editor : Miftahul Khair
#pbb #Hari Internasional untuk Pencegahan dan Pemberantasan Segala Bentuk Kejahatan Terorganisir Transnasional #Giovanni Falcone