TOILET saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar manusia, di mana keberadaannya penting untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Hampir tidak ada rumah atau bangunan di zaman sekarang yang tidak memiliki toilet dan bahkan ada lebih dari satu toilet yang mungkin disediakan.
Di Hari Toilet Sedunia (World Toilet Day) yang diperingati setiap tahunnya pada 19 November, perlu kiranya membahas bagaimana sejarah perkembangan toilet dari masa ke masa.
Masyarakat Indonesia sendiri pada umumnya lebih mengenal toilet siram modern atau penggunaan media air.
Mengenai penggunaan air ini sendiri, dilansir dari situs National Geographic Indonesia, diungkapkan mengenai cerita humor absurd tentang legenda tukang ledeng Inggris, Thomas Crapper.
Pria ini konon disebut sebagai penemu toilet. Setelah dia membuat toilet seperti dikenal saat ini, namanya menjadi identik dengan cara menggunakannya.
Namun pada kenyataannya, toilet yang belum sempurna mendahului Crapper beberapa ribu tahun. Bahkan toilet siram modern mendahului cerita itu beberapa abad. Jadi, siapa sebenarnya yang menemukan toilet?
Toilet paling awal yang diketahui berasal dari sekitar 5 ribu tahun di Mesopotamia kuno. Para arkeolog menemukan saluran pembuangan toilet beralas yang terbuka di Khafajah, Diyala, Irak, yang dulunya merupakan wlayah Mesopotamia kuno.
Toilet tersebut sederhana, dengan lubang ini dilapisi dengan serangkaian tabung keramik panjang yang menjaga agar isi padat tidak larut ke tanah di sekitarnya.
Di sisi lain, hal tersebut juga memungkinkan cairan merembes keluar perlahan melalui lubang kecil. Sayangnya, nama siapa pun yang merancangnya hilang dari sejarah.
Toilet yang lebih kompleks pertama kali muncul hampir satu milenium kemudian, di peradaban Minoan kuno di Pulau Kreta (kemudian diambil alih oleh orang Yunani Mycenaean).
Toilet umum ini menunjukkan bukti pertama penggunaan air untuk membuang limbah, sebuah praktik yang kemudian dilakukan oleh orang Romawi.
Meskipun toilet Romawi kuno sangat mirip dengan pendahulunya di Yunani, menampilkan deretan kursi bangku dengan lubang yang ditempatkan di atas saluran pembuangan.
Ini berarti bahwa daripada setiap individu mencuci limbah mereka dengan pot keramik terdekat yang berisi air, di mana semua materi yang tidak diinginkan disalurkan ke selokan terpusat dengan air yang bergerak lambat, di mana limbah tersebut terbawa ke sungai atau aliran yang sama.
Pada 1206, ahli teknik dan matematika dari Arab bernama Ismail al-Jazari menemukan mesin siram yang digunakan dengan tangan.
Mesin itu kemudian menjadi cikal bakal toilet siram modern, sehingga al-Jazari kemudian disebut sebagai bapak toilet siram modern. Dilansir dari situs tirto.id, Al-Jazari digambarkan sebagai seorang insinyur dan penulis Muslim dari Dinasti Artuqid di Jazirah, Mesopotamia (sekarang tenggara Turki).
Dia hidup pada abad ke-12 dan ke-13, dikenal karena karyanya tentang mekanika, hidrolika, dan mesin.
Al-Jazari lahir di Al-Jazira, wilayah yang terletak di antara Sungai Tigris dan Eufrat.
Dia belajar di bawah bimbingan beberapa insinyur dan ilmuwan terkemuka, termasuk Al-Khazini dan Al-Samawal. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia bekerja untuk Dinasti Artuqid sebagai insinyur dan perancang mesin.
Dia telah menciptakan berbagai mesin yang inovatif, termasuk mesin pencuci tangan, jam air, mesin pemompa air, dan robot.
Mesin pencuci tangan ia diciptakan pada 1206. Mesin ini bekerja menggunakan mekanisme yang membebaskan air saat dipicu, sehingga pengguna dapat dengan mudah mengendalikan aliran air saat mencuci tangan mereka.
Al-Jazari juga telah menulis sebuah buku tentang karyanya yang berjudul al-Jami' bain al-Ilmi wa al-Amal al-Nafi fi Sina'at al-Hiyal (Kumpulan Pengetahuan dan Keahlian yang Berguna dalam Seni Mekanika).
Buku ini berisi deskripsi tentang berbagai mesin yang telah diciptakan olehnya, serta instruksi tentang cara membuatnya. Penemuan Al-Jazari terutama ditujukan untuk mencuci tangan daripada membuang limbah.
Setelah Al-Jazari, dilansir dari situs National Geographic Indonesia, disebutkan bahwa toilet siram modern pertama dirancang pada 1596 oleh orang Inggris Sir John Harington, seorang punggawa Ratu Elizabeth I.
Kemudian pada 1775, penemu Skotlandia Alexander Cumming mengajukan paten toilet siram pertama.
Desainnya termasuk tikungan-S dan sistem katup yang lebih canggih, mirip dengan yang ada di toilet saat ini.
Sementara itu, Thomas Crapper, baru terjun ke dunia pipa ledeng pada 1860-an. Antara tahun 1881 dan 1896, Crapper mengeluarkan sembilan paten pipa ledeng. (ote)
Editor : Miftahul Khair