Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Hari Ini, Hari Guru Nasional, Bagaimana Sejarahnya?

Miftahul Khair • Senin, 25 November 2024 | 15:43 WIB
KONGRES GURU: Para peserta Kongres Guru Indonesia yang berlangsung di Surakarta, 24 – 25 November 1945, yang kemudian mendirikan organisasi PGRI.
KONGRES GURU: Para peserta Kongres Guru Indonesia yang berlangsung di Surakarta, 24 – 25 November 1945, yang kemudian mendirikan organisasi PGRI.

SETIAP 25 November, setiap tahunnya, diperingati oleh para guru di Indonesia sebagai Hari Guru Nasional. Peringatan tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Sebagaimana lazimnya, hampir seluruh peringatan hari berbagai profesi di Indonesia, mengacu pada berdirinya organisasi profesi tersebut.

Semisal Hari Dokter Nasional yang mengacu pada berdirinya organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 24 Oktober, atau Hari Bidan Nasional yang mengacu pada berdirinya Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pada 24 Juni, Hari Perawat Nasional mengacu pada berdirinya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada 17 Maret, hingga Hari Pers Nasional mengacu pada berdiri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari.

Demikian juga Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November, ternyata juga mengacu pada berdirinya organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). PGRI sendiri dalam sejarahnya terbentuk pada 25 November 1945, usai Kongres Guru Indonesia yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, ketika itu.

Dilansir dari situs tirto.id, PGRI sebelumnya memiliki nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang didirikan pada 1912 oleh pemerintahan kolonial Belanda, lalu menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) pada 1932.

Kemudian, pada saat Jepang mulai menduduki Indonesia, semua organisasi dilarang, sekolah-sekolah ditutup, sehingga PGI tidak lagi beraktivitas. Pada waktu itu, PGHB adalah sebuah organisasi besar, yang memuat sub-organisasi, seperti Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), berdasarkan keterangan dari pengurus besar PGRI (PDF). Selain itu, ada sub-organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan, dan lainnya, seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOD), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG).

Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 menggelorakan penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia yang diadakan pada 24 – 25 November 1945.

Dalam kongres ini, semua organisasi dan kelompok guru yang didasarkan pada perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku sepakat untuk dihapuskan. Sebagai gantinya, mereka semua menyatukan perbedaan, sesuai dengan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sembari memperingati 100 hari Indonesia merdeka, dibentuklah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tanggal tersebut.

Anggota Kongres bersepakat untuk mengisi kemerdekaan Indonesia dengan tiga tujuan, yaitu untuk mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia, mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dasar-dasar kerakyatan, membela hak dan nasib buruh pada umumnya, guru pada khususnya.

Saat kongres tersebut, semua guru menyatakan diri bersatu di bawah wadah PGRI yang menyatakan kesetiaannya dalam pengabdian sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan yang bersifat unitaristik, independen, dan non-partai politik.

Lantas, hingga hari ini, sebagai penghormatan guru-guru Republik Indonesia, 25 November kemudian ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati setiap tahun.

Pada peringatan guru tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengusung tema Guru Hebat, Indonesia Kuat.

Tema ini didasarkan pada peranan guru yang begitu hebat karena terus mengabdikan diri kepada bangsa. Dengan adanya guru-guru hebat tersebut, pemerintah meyakini dapat membawa Indonesia menjadi negara yang kuat. (ote)

 

Editor : Miftahul Khair
#sejarah hari ini #hari guru