KAMUS Besar Bahasa Indonesia mengartikan dongeng sebagai cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh) atau perkataan (berita dan sebagainya) yang bukan-bukan atau tidak benar.
Di Hari Dongeng Nasional yang diperingati pada hari ini, 28 November, mungkin saatnya menelisik apa itu dongeng dalam pengertiannya.
Situs Ruang Guru menyimpulkan dongeng sebagai cerita rakyat yang fiktif atau khayalan dengan tema-tema yang imajinatif dan sering tidak masuk akal.
Cerita dongeng dapat berkaitan dengan kepercayaan masyarakat pada sesuatu yang bersifat supranatural dan diimplementasikan di kehidupan manusia sehari-hari. Biasanya dongeng melibatkan kejadian luar biasa yang membuat pembaca ikut merasakan suasana yang terjadi di dalam cerita.
Kebanyakan cerita dongeng, baik itu lisan maupun tulisan, tidak dapat dikenali siapa pengarangnya. Hal ini dikarenakan banyak dongeng yang merupakan cerita turun temurun dari nenek moyang. Maka dari itu, dongeng digolongkan sebagai sastra lama yang sudah ada dari zaman dahulu.
Cerita dongeng memang terkesan sebagai kejadian nyata yang benar-benar terjadi, padahal dongeng hanyalah fiksi yang imajinatif. Walaupun termasuk cerita khayalan, dongeng tetap menjadi hiburan yang menyenangkan dan memberi banyak dampak positif bagi anak karena banyak memuat pesan moral.
Dongeng memiliki fungsi utama sebagai sarana hiburan bagi para pendengar dan pembacanya. Namun, dongeng juga memiliki tujuan untuk mewariskan nilai-nilai dan pesan moral yang diyakini oleh masyarakat pada masa itu.
Cerita dongeng kerap melukiskan sebuah sindiran atau kebenaran yang berisi pelajaran moral. Biasanya, ada dua tokoh dongeng yang menjadi fokus utama, yaitu tokoh baik dan jujur yang akan mendapat imbalan menyenangkan, dan tokoh jahat yang akan mendapat hukuman.
Dongeng juga memiliki karakteristik teks, di mana ceritanya singkat, kalimat pembuka umumnya diawali dengan pada zaman dahulu, pada masa silam, alkisah, pada suatu hari, dan sebagainya; memiliki alur yang sederhana, karakter atau tokoh di dalam cerita biasanya tidak disampaikan dengan rinci; ada dua tokoh dengan watak yang berlawanan, yaitu baik dan jahat; ditulis dengan gaya penceritaan lisan, bersifat fiktif atau khayalan, memiliki versi yang berbeda-beda karena cara penyebarannya dari mulut ke mulut, mengandung pesan moral yang bisa dipelajari oleh pembaca atau pendengar, serta tidak diketahui dengan pasti siapa pengarangnya.
Baca Juga: 5 Gerakan Peregangan untuk Atasi Sakit Punggung Bawah di Rumah
Dongeng sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, seperti fable yang tokoh utamanya binatang tetapi memiliki watak dan perilaku seperti manusia, legenda yang merupakan cerita rakyat yang ada di kehidupan masyarakat dan berhubungan tentang suatu peristiwa, mitos yakni jenis dongeng yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat terhadap hal yang tidak masuk akal, sage sebagai dongeng yang ceritanya mengisahkan tentang sejarah dari tokoh tertentu, parabel sebagai cerita yang mengandung nilai-nilai pendidikan, jenaka atau lelucon sebagai cerita lucu yang diperankan oleh tokoh-tokohnya, hingga dongeng biasa yang umum diceritakan. (ote)
Editor : Miftahul Khair