Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mengenal Edmund Hillary, Orang Pertama yang Mencapai Puncak Tertinggi Dunia

Miftahul Khair • Rabu, 11 Desember 2024 | 12:45 WIB
PENAKLUK EVEREST: Edmund Hillary dan Tenzing Norgay adalah dua orang pertama yang mencapai puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest, 29 Mei 1953.
PENAKLUK EVEREST: Edmund Hillary dan Tenzing Norgay adalah dua orang pertama yang mencapai puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest, 29 Mei 1953.

GUNUNG Everest adalah satu dari seven summits atau satu dari tujuh puncak gunung tertinggi di setiap benua di dunia.

Terletak di Benua Asia dan menjadi yang tertinggi dari tujuh puncak gunung tertinggi tersebut yakni 8.850 meter di atas permukaan laut.

Sebagai puncak tertinggi, tentu menarik untuk menyimak sosok pertama yang berhasil menaklukkan puncak tertinggi di dunia tersebut.

Terlebih di Hari Gunung Internasional (International Mountain Day) yang diperingati pada hari ini, 11 Desember.

Dilansir dari situs National Geographic Indonesia, sosok dimaksud adalah Edmund Hillary.

Sejarah mencatat, jika sosok yang seorang kutu buku tersebut menaklukkan puncak gunung es tersebut pada 29 Mei 1953.

Dengan ditemani seorang pemandu dari Nepal, Sherpa Tenzing Norgay, dia menjadi orang pertama yang berdiri di puncak gunung tertinggi di dunia.

Namun, Edmund Hillary kemudian menyatakan bahwa ia lebih suka namanya dikenal untuk hal lain, bukan sebagai orang pertama yang mencapai puncak tertinggi dunia.

Seperti apa sebenarnya kehidupan Edmund hillary sejak kecil hingga mencapai puncak Everest dan setelahnya hingga meninggal.

Edmund Hillary adalah pria yang lahir pada 20 Juli 1919 di Auckland, Selandia Baru.

Jauh sebelum menyukai penjelajahan ke puncak gunung-gunung tertinggi dunia, Edmund Hillary dulunya adalah anak laki-laki kutu buku yang bertubuh kecil.

Namun, perjalanan wisata sekolahnya ke Gunung Ruapehu pada 1935, sangat mengesankannya. Seketika ia memutuskan untuk menjadi pendaki gunung.

Hillary melakukan pendakian besar pertamanya pada 1939, saat mencapai puncak Gunung Oliver.

Gunung Oliver adalah satu dari 17 puncak Pegunungan Southern Alps di Selandia Baru. Puncak-puncak gunung lain segera dicapainya beberapa tahun berikutnya.

Pada 1953, Edmund Hillary bergabung dengan regu ekspedisi Inggris di Himalaya yang dipimpin Sir John Hunt.

Pada saat itu mereka berniat mencapai puncak tertinggi dunia yang jadi atap dunia, yaitu Puncak Everest.

Pendakian dimulai pada Maret 1953. Pada 26 Mei, Hillary dan Tenzing Norgay berusaha mencapai Puncak Everest setelah dua pendaki pertama ekspedisi Hunt menyerah di ketinggian 8.200 meter.

Hillary dan Norgay berhasil mencapai ketinggian 8.500 meter pada 28 Mei 1953. Pada saat itu, keadaan cuaca sangat buruk. Sampai-sampai tim pendukung mereka memilih mundur.

Namun, Hillary dan Norgay berhasil mempertahankan semangat dan mengalahkan keinginan untuk menyerah. Mereka pun bermalam di tempat itu, sambil menantikan cuaca buruk reda.

Keesokan harinya, mereka melanjutkan pendakian. Mereka akhirnya berhasil mencapai Puncak Everest pada pukul 11.30 waktu setempat.

Tak heran setelah pendakian Edmund Hillary berkomentar soal penaklukan dirinya. "Bukan gunung yang kami taklukkan, namun diri kami sendiri," kata Hillary seperti dikutip dari buku Great People: Fascinating Moments and Stories Behind.

Tom Bourdillon dan Charles Evans adalah pendaki tertangguh di Ekspedisi Hunt tempat Hillary bergabung.

Merekalah yang sebenarnya mendapat kesempatan pertama mencapai Everest. Sayangnya, cuaca buruk memaksa mereka mundur saat mereka sudah mencapai ketinggian 8.200 meter.

Berbeda dengan Hillary dan Norgay yang memilih bermalam pada ketinggian 8.500 meter untuk menunggu cuaca buruk mereda. Pada pukul 06.30 pagi setelah bermalam mereka masih bisa sarapan aprikot, sarden, biskuit, selai, dan madu.

Pada pagi hari 29 Mei 1953 itu juga, ketika terbangun dari tidur, mereka mendapatkan sepatu mereka beku terbungkus es.

Mereka kemudian terpaksa menghabiskan waktu dua jam untuk menghangatkan sepatu itu agar dapat digunakan kembali.

Dengan sisa tabung oksigen yang sangat terbatas mereka melanjutkan pendakian dan akhirnya sampai di Puncak Everest pada siang hari. Everest adalah gunung tertinggi di Pegunungan Himalaya sekaligus tertinggi di dunia.

Mereka segera menancapkan empat bendera di sana, yakni bendera PBB, Inggris Raya, Nepal, dan India. Setelah saling berfoto, mereka pun turun.

Di kaki gunung mereka disambut oleh para sherpa, "Everest Khatm, ho gya, Sahib!" Dalam bahasa Nepal, sambutan itu berarti, "Kalian telah mencapai Everest, Tuan!"

Keberhasilan mencapai Everest membuat Hillary diberi gelar kehormatan Sir oleh Ratu Inggris. Gelar ini tak membuat Sir Edmund Hillary berhenti bertualang.

Selama kurun waktu 1956 – 1965, Hillary mendaki 10 puncak di Himalaya. Pada 1958 ia memimpin tim Selandia Baru mencapai Kutub Selatan.

Bahkan, pada 1985 ia menemani Neil Armstrong terbang melintasi Arktik dan mendarat di Kutub Utara.

Petualangan Hillary tak berakhir hanya dengan pendakian dan penjelajahan alam. Ia juga melakukan banyak kegiatan kemanusiaan.

Baca Juga: Epson Indonesia Luncurkan Printer Label Berwarna Terbaru dengan Tema “The New CW-C8050: BE BOLD, BE COLORFUL”

Hillary tak pernah melupakan jasa para sherpa yang mendampinginya selama melakukan pendakian di Himalaya.

Sherpa sesungguhnya bukan sekadar pemandu pendakian. Mereka adalah sebuah suku yang menghuni bagian lereng selatan Himalaya.

Mereka sangat mengenal Himalaya dan keadaan alamnya. Mereka juga dikenal sebagai para pendaki tertangguh di Himalaya.

Tenzing Norgay yang menemani Hillary ke Puncak Everest adalah seorang sherpa yang bisa memandu para pendaki di Pegunungan Himalaya. Bersama Hillary, Norgay menjadi dua orang pertama yang mencapai puncak dunia.

Norgay dikenal sebagai seorang pendaki berpengalaman. Sejak 1935, ia telah melakukan banyak pendakian bersama tim ekspedisi Eropa.

Setelah mencapai Everest, ia mengurangi kegiatan mendaki. Hingga akhir hayatnya pada 1986, ia menghabiskan waktunya dengan membagi seluruh pengalamannya mendaki kepada murid-muridnya di Himalayan Mountaineering Institute, semacam sekolah mendaki gunung.

Umur Hillary agak lebih panjang daripada Norgay. Dengan kepopuleran yang diraihnya, Hillary membangun sekolah, rumah sakit, dan banyak fasilitas lain untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Karena jasanya itu, pada 2003 ia menjadi orang asing pertama yang dianugerahi kewarganegaraan Nepal.

Selain dalam kegiatan kemanusiaan, Hillary juga aktif di berbagai aktivitas pelestarian alam. Inilah petualangan lain Hillary yang terus dilakukannya tanpa kenal lelah sampai ia menutup usia pada 11 Januari 2008.

Kegiatan kemanusiaan Hillary untuk para sherpa merupakan tanda terima kasihnya bagi mereka.

Menurut Hillary, ia lebih senang dikenal karena mendirikan sekolah dan rumah sakit bagi para sherpa dibandingkan sebagai orang pertama yang mencapai puncak dunia. (ote)

Editor : Miftahul Khair
#everest #sherpa #Edmund Hillary #puncak tertinggi dunia