HARI ini, setahun yang lalu, 17 Desember 2023, menandai peringatan 20 tahun Hari Internasional untuk Mengakhiri Kekerasan Terhadap Pekerja Seks (International Day to End Violence Against Sex Workers). Hari tersebut di kemudian hari dikenang sebagai IDEVASW atau D17.
Dilansir dari situs swopbehindbars.org, D17 ini didirikan oleh Dr. Annie Sprinkle bersama Robyn Few, pendiri Sex Workers Outreach Project USA pada 2003.
Mereka melakukan itu sebagai peringatan bagi para korban Green River Killer. Pembunuh berantai yang produktif ini menargetkan pekerja seks di dekat Seattle, WA selama beberapa dekade, dengan menyatakan bahwa para pekerja seks tersebut mudah ditangkap tanpa diketahui.
Pelaku pembunuhan tersebut berkeyakinan para pekerja seks ini tidak akan langsung dilaporkan hilang bahkan mungkin tidak akan pernah dilaporkan hilang.
Dia memilih para pekerja seks ini lantaran dalam pikirannya bahwa dia bisa membunuh mereka sebanyak yang dia mau tanpa ketahuan.
Salah satu pendiri SWOP USA, Annie Sprinkle, menyatakan dalam surat publiknya atas kegusarannya lantaran kejahatan dengan kekerasan terhadap pekerja seks tidak dilaporkan, tidak ditangani, dan tidak dihukum.
Tak dipungkiri dia, ada orang yang tidak peduli ketika pekerja seks menjadi korban kejahatan rasial, dipukuli, diperkosa, dan dibunuh.
Apa pun pendapat beberapa orang tentang pekerja seks dan politik di sekitar mereka, bagi dia, para pekerja seks adalah bagian dari lingkungan, komunitas, dan keluarga.
Pekerja seks trans BIPOC kelas pekerja memiliki risiko kerentanan yang sangat tinggi terhadap kekerasan.
Secara global, pekerja seks mempunyai peluang 45 persen – 75 persen untuk mengalami kekerasan di tempat kerja. Di mana angka ini hanya meningkat pada mereka yang BIPOC dan ekspansif gender.
D17 berharap dengan meningkatnya pemahaman mengenai sifat interseksional dari isu-isu hak-hak pekerja seks, banyak gerakan yang mendorong pembebasan masyarakat tertindas akan terus menggabungkan upaya kami untuk mencapai tujuan bersama.
Setiap tahun, pekerja seks, sekutu, teman dan anggota keluarga mengorganisir demonstrasi dan aksi unjuk rasa di seluruh dunia.
Sementara mereka berduka atas meninggalnya anggota komunitas kami dan berdiri dalam solidaritas dengan orang lain.
Mereka menuntut perhatian terhadap kejahatan rasial yang dilakukan terhadap pekerja seks, dan penghapusan diskriminasi yang secara langsung berkontribusi terhadap kekerasan terhadap pekerja seks di komunitas dan peraturan secara global. (ote)
Editor : Miftahul Khair