Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Cara Merawat Pakaian Batik agar Tidak Cepat Rusak dan Selalu Terlihat Baru

Miftahul Khair • Kamis, 9 Januari 2025 | 18:00 WIB
Ilustrasi pakaian batik.
Ilustrasi pakaian batik.

PONTIANAK - Batik, sebagai warisan budaya Indonesia, kini tidak hanya digunakan pada acara formal tetapi juga menjadi seragam di berbagai instansi, termasuk sekolah.

Banyak orang mengenakan pakaian ini setiap Jumat, baik di tempat kerja maupun di sekolah.

Namun, sayangnya, masih banyak yang salah dalam merawatnya, sehingga kainnya cepat rusak dan warnanya memudar. 

Ternyata tidak bisa disamakan dengan merawat pakaian biasa.

Ada beberapa langkah khusus yang harus dilakukan agar tetap awet, tidak mudah rusak, dan warnanya tetap cerah seperti baru.

Jika dirawat dengan benar, warisan budaya ini bisa bertahan lebih lama dan selalu terlihat elegan.

Berikut adalah panduan lengkap cara merawatnya, seperti yang dilansir dari Sajian Sedap

  1. Hindari Mencuci dengan Detergen

Menggunakan detergen untuk mencuci batik dapat membuat warnanya cepat pudar.

Detergen mengandung zat kimia yang terlalu keras untuk serat kain.

Sebaiknya gunakan sabun khusus yang dirancang lebih lembut.

Alternatif lainnya adalah menggunakan sampo yang sudah dilarutkan dalam air. 

Baca Juga: Ini Kata Agus Sudarmansyah, Ketua Fraksi PDIP Soal Pleno Penetapan Pilgub Kalbar 2024

Jika ingin menggunakan bahan alami, buah lerak atau daun tanaman dilem adalah pilihan yang baik.

Caranya, rendam buah lerak atau daun dilem dalam air panas hingga mengeluarkan busa, lalu gunakan air rendaman tersebut untuk mencuci.

Selain itu, hindari mencuci menggunakan mesin cuci karena gerakan mesin dapat merusak serat kain. 

  1. Teknik Menjemur yang Tepat

Menjemur batik tidak boleh dilakukan di bawah sinar matahari langsung.

Sinar matahari dapat merusak warna dan serat kain, sehingga kain menjadi cepat kusam dan mudah robek.

Jemurlah di tempat yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik.

Sebelum menjemur, rapikan pakaian dengan menarik perlahan setiap ujungnya agar serat kain kembali rapi.

Jangan memeras terlalu keras karena bisa merusak struktur kainnya. 

  1. Jangan Setrika Secara Langsung

Suhu panas dari setrika dapat merusak warna dan serat kain batik.

Jika terlihat kusut, gunakan alas kain saat menyetrika untuk melindungi kain dari panas setrika.

Sebelum menyetrika, semprotkan sedikit air pada kain agar lebih mudah dirapikan. 

  1. Cara Menyimpan di Lemari

Batik berkualitas baik sebaiknya disimpan dengan hati-hati agar tidak rusak oleh ngengat atau serangga lainnya.

Hindari penggunaan kapur barus karena kandungannya bisa merusak serat kain batik. 

Sebagai gantinya, gunakan merica yang dibungkus tisu atau akar wangi untuk mengusir ngengat di lemari.

Selain aman untuk kain, merica dan akar wangi juga memberikan aroma segar pada pakaian Anda. 

Tips Tambahan agar Selalu Terlihat Baru 

- Hindari mencuci terlalu sering jika tidak terlalu kotor. Cukup angin-anginkan setelah dipakai. 

- Simpan di tempat yang kering dan tidak lembap untuk menghindari jamur. 

- Pisahkan dari pakaian lain saat mencuci untuk menghindari luntur. 

Merawat batik memang memerlukan perhatian khusus, tetapi hasilnya sepadan dengan usaha Anda.

Dengan perawatan yang tepat, batik tidak hanya awet tetapi juga selalu terlihat baru, sehingga Anda dapat memakainya dengan bangga di berbagai kesempatan.

Panduan ini bisa menjadi langkah awal Anda untuk menjaga keindahan warisan budaya Indonesia ini. (mif)

Editor : Miftahul Khair
#pakaian #mencuci #batik #cara merawat #warisan budaya