Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bolehkah Puasa Nisfu Syaban di Hari Jumat? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

Miftahul Khair • Kamis, 13 Februari 2025 | 14:49 WIB
Ilustrasi berpuasa.
Ilustrasi berpuasa.

PONTIANAK POST - Nisfu Syaban, yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban, sering diisi oleh umat Muslim dengan amalan puasa sunnah.

Namun, bagaimana jika momen ini bertepatan dengan hari Jumat? Apakah diperbolehkan berpuasa hanya di hari tersebut? Simak penjelasannya berikut ini. 

Menurut Ustadz Adi Hidayat, berpuasa sunnah secara khusus di hari Jumat tanpa alasan yang kuat tidak diperbolehkan.

"Menyengaja puasa di Hari Jumat itu tidak dibenarkan hukumnya tidak boleh. Karena Jumat itu hari raya bagi umat Islam," katanya dilansir dari kanal YouTube Audio Dakwah. 

Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa Jumat merupakan hari istimewa yang datang setiap pekan, sehingga tidak boleh diisi dengan puasa sunnah secara terpisah.

Namun, puasa di hari Jumat diperbolehkan jika terkait dengan puasa wajib atau puasa sunnah yang berkelanjutan, seperti puasa Daud atau puasa nazar.

Misalnya, jika seseorang berpuasa pada Kamis dan melanjutkannya ke Jumat, hal itu diperbolehkan. 

Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban 

Berikut bacaan niat puasa Nisfu Syaban:

Photo
Photo

Arab Latin: Nawaitu shauma fi-n-nishfi-sy-sya'bani sunnata-lillâhi ta'âla. 

Artinya: " Saya niat puasa pada pertengahan bulan Syaban sunnah karena Allah ta'ala." 

 

Keutamaan dan Hikmah Puasa Nisfu Syaban 

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Imam An-Nasa’i dan Ibnu Majah: 

" Ketika malam Nisfu Sya’ban tiba, Allah SWT akan turun ke langit dunia dan mengampuni hamba-Nya yang memohon ampun, kecuali musyrik dan orang yang bermusuhan." 

Bulan Syaban juga dikenal sebagai bulan di mana Rasulullah SAW sering berpuasa sunnah.

Aisyah RA meriwayatkan, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dalam satu bulan yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban." (HR. Bukhari dan Muslim). 

Melansir dari laman Baznas, beberapa hikmah puasa Nisfu Syaban antara lain: 

  1. Meningkatkan Ketakwaan: Puasa ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, melatih pengendalian diri, dan memperkuat ikatan spiritual.
  2. Menghapus Dosa-Dosa Kecil: Puasa sunnah, termasuk Nisfu Syaban, memiliki keutamaan dalam menghapus dosa-dosa kecil, sesuai sabda Rasulullah tentang pengampunan pada malam Nisfu Syaban.
  3. Persiapan Menyambut Ramadhan: Puasa Nisfu Syaban membantu mempersiapkan fisik dan mental untuk menghadapi bulan Ramadhan, sehingga ibadah di bulan suci dapat dilakukan dengan lebih maksimal.

Dengan berbagai keutamaannya, umat Islam dianjurkan untuk tidak melewatkan kesempatan berpuasa Nisfu Syaban guna meraih berkah dan ampunan dari Allah SWT. (mif)

Editor : Miftahul Khair
#Jumat #puasa #nisfu syaban #Ustadz Adi Hidayat