PONTIANAK POST - Ruangan di rumah yang terasa sempit dan sumpek dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari segi desain, ventilasi, hingga kebiasaan sehari-hari.
Akhirnya menyebabkan terasa kurang nyaman. Seperti dilansir dari The Guardian berikut ini.
1. Ventilasi yang tidak memadai
Sirkulasi udara yang buruk adalah salah satu penyebab utama ruangan terasa pengap.
Ketika ventilasi tidak memadai, panas dan kelembapan dari aktivitas sehari-hari serta suhu luar yang tinggi dapat terperangkap di dalam ruangan, menyebabkan suhu ruangan meningkat dan udara menjadi tidak nyaman.
Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk meningkatkan sirkulasi udara di dalam ruangan.
Salah satu solusinya adalah dengan memasang kipas exhaust yang membantu mengeluarkan udara panas dari dalam ruangan.
Selain itu, membuka jendela pada waktu yang tepat, seperti pagi atau sore hari ketika suhu luar lebih sejuk, juga dapat membantu menurunkan suhu ruangan.
2. Furnitur penyerap panas
Furnitur yang terbuat dari bahan penyerap panas, seperti kain tebal atau logam, dapat menyimpan panas dari sinar matahari dan perangkat elektronik, sehingga membuat suhu ruangan meningkat.
Untuk mengatasi hal ini, pertimbangkan untuk mengganti pelapis furnitur dengan bahan yang lebih ringan atau memilih tirai yang dapat menghalangi sinar matahari langsung.
Penggunaan furnitur yang tidak menyerap panas dapat mengurangi dampak suhu tinggi dan membantu menjaga kenyamanan ruangan.
Baca Juga: Cara Ampuh Menghilangkan Noda Darah di Pakaian tanpa Merusak Kain
3. Warna cat dinding yang gelap
Warna cat dinding yang gelap, seperti merah tua, cokelat, atau hitam, dapat menyerap lebih banyak panas dari sinar matahari langsung, menyebabkan suhu ruangan meningkat.
Untuk mengatasi masalah ini, pilihlah warna cat yang lebih terang, seperti biru muda atau hijau, yang dapat memantulkan lebih banyak cahaya dan menyerap lebih sedikit panas, membantu menjaga suhu ruangan tetap stabil dan nyaman.
4. Perangkat elektronik yang menghasilkan panas
Perangkat elektronik seperti televisi, komputer, dan lampu dapat menghasilkan panas selama digunakan, yang dapat menambah suhu ruangan.
Jika perangkat elektronik tetap menyala atau digunakan dalam waktu lama, mereka dapat membuat ruangan terasa lebih panas dan pengap, mengganggu kenyamanan tidur.
5. Tirai tebal menghalangi sirkulasi udara
Tirai atau kain tebal dapat menghalangi sirkulasi udara dan menjebak panas di dalam ruangan.
Tirai berat dan pelapis furnitur tebal cenderung menyerap dan mempertahankan panas dari sinar matahari yang masuk melalui jendela, membuat ruangan terasa pengap dan hangat selama musim panas.
Untuk meningkatkan sirkulasi udara dan mengurangi efek panas, gunakan tirai atau penutup jendela yang lebih ringan atau tirai blackout yang dirancang khusus untuk menghalangi sinar matahari langsung.
6. Ruang penyimpanan yang tidak efisien
Keterbatasan ruang dan penyimpanan yang tidak efisien dapat membuat ruangan terasa sempit dan berantakan.
Penggunaan furnitur yang tidak sesuai ukuran atau penataan yang tidak optimal dapat mengurangi ruang gerak dan membuat ruangan terasa penuh. (uni)
Editor : Miftahul Khair