Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Niat dan Keutamaan Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha

Miftahul Khair • Senin, 2 Juni 2025 | 18:30 WIB
Ilustrasi amalan di bulan Dzulhijjah.
Ilustrasi amalan di bulan Dzulhijjah.

PONTIANAK POST - Puasa sebelum Hari Raya Iduladha adalah salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.

Kementerian Agama RI secara resmi telah menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Maka dari itu, Idul Adha akan diperingati pada Sabtu, 6 Juni 2025.

Memasuki bulan Dzulhijjah, umat Muslim dianjurkan melaksanakan puasa sunnah selama sembilan hari pertama, kecuali pada tanggal 10 Dzulhijjah yang merupakan hari raya dan diharamkan berpuasa.

Mengacu pada keterangan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), keutamaan puasa Dzulhijjah didasarkan pada hadits dari Hafshah binti Umar bin Khattab RA. Dalam hadits itu disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan beberapa amalan, termasuk puasa di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah:

“Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i)

Baca Juga: Jelang Iduladha, Bulog Kalbar Pastikan Stok Beras Aman

Tiga Jenis Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha

  1. Puasa Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah)

Puasa ini dilaksanakan mulai dari hari pertama hingga hari ketujuh bulan Dzulhijjah.

Bacaan niat:

 

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.

  1. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum wukuf di Arafah.

“Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun…” (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas)

Bacaan niat:

 

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala.

  1. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Puasa ini sangat dianjurkan bagi yang tidak sedang berhaji. Tanggal ini bertepatan dengan wukuf di Arafah oleh jamaah haji.

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (HR. Muslim)

Bacaan niat:

 

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala. (mif)

Editor : Miftahul Khair
#Tarwiyah #puasa #niat #arafah #iduladha #keutamaan #Dzulhijjah