PONTIANAK POST - Bagi banyak orang, pendingin ruangan sudah jadi perangkat wajib, apalagi di daerah dengan cuaca panas yang menyengat.
Tapi sayangnya, masih banyak yang menggunakan alat ini tanpa memerhatikan cara pemakaian yang benar.
Hasilnya? Tagihan listrik melonjak dan performa mesin menurun, bahkan bisa berujung cepat rusak.
Padahal, kerusakan ini seringkali bisa dicegah hanya dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele.
Menurut artikel dari hits.grid.id, ada beberapa kesalahan umum yang kerap dilakukan saat menggunakan pendingin ruangan.
Jika terus dilakukan, kebiasaan ini bisa memperpendek usia pakai mesin.
Nah, sebelum telanjur rusak dan harus keluar biaya mahal untuk perbaikan, yuk simak apa saja yang perlu dihindari agar AC tetap awet dan dinginnya maksimal.
- Mengatur Suhu Terlalu Rendah
Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah langsung mengatur suhu ke titik paling rendah, misalnya 16°C dengan harapan ruangan cepat dingin.
Padahal, cara ini justru memaksa mesin bekerja ekstra keras.
Menurut hits.grid.id, suhu ideal yang disarankan adalah sekitar 24°C hingga 26°C.
Selain lebih nyaman untuk tubuh, suhu ini juga lebih hemat energi dan membuat mesin bekerja lebih ringan.
Turunkan suhu secara bertahap bila memang ingin ruangan terasa lebih sejuk.
Baca Juga: Kesalahan Penggunaan AC yang Bikin Tagihan Listrik Melonjak
- Menyalakan dan Mematikan Secara Berulang
Beberapa orang punya kebiasaan mematikan dan menyalakan kembali mesin dalam waktu singkat untuk menghemat listrik.
Padahal, tindakan ini malah membuat sistem pendingin bekerja lebih keras untuk menyesuaikan kembali suhu ruangan.
Kebiasaan ini juga berisiko mempercepat kerusakan pada kompresor, yang merupakan bagian terpenting dari mesin pendingin.
Jika ingin hemat energi, sebaiknya gunakan mode “eco” atau “auto” yang tersedia di sebagian besar unit modern.
- Tidak Menutup Ruangan dengan Rapat
Menyetel AC dalam ruangan yang pintunya sering dibuka-tutup atau tidak tertutup rapat ibarat mengisi air ke ember bocor.
Mesin akan terus bekerja tanpa henti untuk mempertahankan suhu, yang berujung pada konsumsi energi tinggi dan risiko overheat.
Pastikan pintu dan jendela tertutup dengan baik saat mesin dinyalakan.
Jika perlu, gunakan tirai untuk membantu menjaga suhu dalam ruangan agar tidak cepat berubah akibat sinar matahari langsung.
- Jarang Membersihkan Filter
Filter yang kotor bisa menghambat aliran udara dan menurunkan kinerja mesin.
Selain itu, debu yang menumpuk juga bisa menyebarkan partikel kotor ke seluruh ruangan, yang berisiko mengganggu kesehatan.
Disarankan untuk membersihkan filter minimal satu kali dalam dua minggu.
Caranya pun cukup mudah. Cukup lepas filter dan cuci dengan air bersih, lalu keringkan sebelum dipasang kembali.
- Tidak Pernah Melakukan Servis Berkala
Mesin yang terus digunakan tanpa perawatan cenderung lebih cepat rusak.
Banyak orang menunggu sampai AC benar-benar bermasalah baru memanggil teknisi, padahal servis rutin bisa mencegah masalah besar.
Lakukan pengecekan rutin minimal setiap enam bulan sekali.
Servis ini meliputi pemeriksaan gas pendingin, pembersihan bagian dalam, dan pengecekan komponen penting lainnya.
Supaya AC di rumah tetap awet dan performanya maksimal, penting banget untuk memperhatikan cara penggunaannya.
Kesalahan kecil seperti menyetel suhu terlalu rendah atau lupa membersihkan filter bisa berdampak besar dalam jangka panjang.
Dengan mengikuti tips ini, kamu bisa menjaga mesin tetap dingin, hemat energi, dan tentunya lebih tahan lama.
Jangan tunggu sampai rusak baru sadar. Mulai sekarang, rawat AC-mu dengan cara yang benar agar nyaman di kantong dan juga di rumah. (mif)
Editor : Miftahul Khair