PONTIANAK POST – Dalam sistem kalender Islam, 1 Muharram merupakan hari penting yang menandai awal tahun baru Hijriyah.
Penetapan ini dimulai pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M, yang menjadi titik awal penanggalan umat Islam.
Dikutip dari laman Mega Syariah, sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriyah memiliki nilai simbolik dan spiritual yang tinggi.
Berbeda dengan perayaan tahun baru Masehi yang identik dengan perayaan meriah, 1 Muharram lebih diperingati secara tenang, penuh perenungan, dan muhasabah.
Umat Islam memanfaatkan momentum ini untuk beribadah, berdoa, serta memperbaiki diri. Muharram juga masuk dalam jajaran empat bulan haram (suci), di mana amalan kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya, dan sebaliknya, dosa yang dilakukan menjadi lebih berat.
Dari hari pertama bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, serta memperbaiki hubungan sosial melalui sedekah dan menjaga akhlak.
Keutamaan Muharram dan Amalan yang Dianjurkan
Mengutip dari Lazismu Jawa Barat, berikut beberapa ibadah dan keistimewaan bulan Muharram yang sangat dianjurkan bagi umat Islam:
- Puasa Asyura (10 Muharram)
Puasa ini memiliki nilai sejarah tinggi karena mengingatkan pada peristiwa keselamatan Nabi Musa AS dari Firaun.
Puasa Asyura juga termasuk sunnah muakkadah, sangat dianjurkan dalam Islam.
- Meningkatkan Amal Saleh dan Ibadah
Bulan Muharram merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan melakukan sedekah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.
- Mengenang Perjuangan Imam Husain RA
Tragedi Karbala pada 10 Muharram juga menjadi momen penting dalam sejarah Islam, di mana Imam Husain, cucu Nabi SAW, gugur sebagai syuhada.
Umat dianjurkan untuk memperingati pengorbanan ini melalui pengajian atau majelis ilmu.
- Menjauhi Perbuatan Dosa dan Memperbanyak Taubat
Muharram menjadi waktu yang ideal untuk memperbanyak istighfar dan introspeksi, menghindari maksiat, serta memperbarui komitmen taat kepada Allah SWT.
- Menebar Kebaikan dan Silaturahmi
Momen ini juga digunakan untuk membangun kedamaian, mempererat hubungan antarsesama, serta saling memaafkan demi terciptanya masyarakat yang harmonis.
- Meningkatkan Spiritualitas
Muharram bukan sekadar bulan istimewa, tetapi juga menjadi gerbang awal untuk memperkuat keimanan sepanjang tahun.
Semangat ibadah yang dibangun di bulan ini diharapkan bisa terus dijaga di bulan-bulan berikutnya. (mif)
Editor : Miftahul Khair