PONTIANAK POST - Talenan kayu memang awet dan estetik, tapi tanpa perawatan yang benar, alat dapur satu ini bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur, lumut, bahkan bakteri.
Sayangnya, banyak orang masih salah dalam mencuci dan menyimpannya. Akibatnya, permukaan kayu jadi cepat rusak, berbau, atau bahkan pecah.
Padahal, dengan perawatan sederhana, talenan dari bahan ini bisa digunakan hingga bertahun-tahun.
Melansi dari The Kitchn, disebutkan bahwa penyebab utama kerusakannya adalah cara mencuci dan menyimpannya yang tidak tepat.
Banyak yang masih merendamnya di air atau menggosoknya terlalu kasar. Selain membuat kayu cepat lapuk, kebiasaan ini juga memperparah potensi tumbuhnya mikroorganisme berbahaya.
Jika anda sering memakainya, penting untuk tahu cara membersihkannya dengan benar.
Tak perlu alat mahal atau cairan khusus, cukup gunakan bahan dapur yang biasa kamu miliki.
Yuk, simak langkah-langkah lengkapnya berikut ini agar talenan tetap bersih, bebas bau, dan tidak mudah rusak.
Baca Juga: Usir Kutu di Rambut Anak dengan Bahan Dapur Ini, Jangan Pakai Obat Kimia! Begini Caranya
1. Cuci Manual, Jangan Direndam
Cara paling aman adalah mencuci secara manual menggunakan tangan.
Pertama-tama, bilas talenan dengan air hangat setelah digunakan. Lalu gosok permukaan dengan spons lembut dan sedikit sabun cuci piring.
Fokuskan pembersihan pada area bekas potongan bahan makanan. Jika ada noda yang sulit hilang, jangan sikat terlalu keras.
Anda dapat menggunakan amplas halus dan gosok perlahan untuk mengangkat bekas membandel.
Namun ingat, jangan pernah merendamnya di air. Car aini bisa menyebabkan kayu menyerap air, lalu mengembang dan retak.
2. Keringkan dengan Posisi Tegak
Setelah dicuci, segera keringkan secara alami. Untuk mengeringkannya anda dapat menaruhnya di rak piring dengan posisi berdiri, kedua sisinya harus terbuka agar terkena udara.
Jangan mengeringkan dengan kain yang basah atau lembap. Biarkan benar-benar kering sebelum disimpan agar mencegah tumbuhnya jamur.
Baca Juga: Lembut Seperti di Hotel, Coba Rendam Handuk Kasar dan Bau Apek dengan Bahan Dapur ini
3. Atasi Bau dengan Cuka atau Lemon
Talenan yang sering dipakai biasanya meninggalkan bau dari daging, bawang, atau bahan makanan lain.
Untuk menghilangkan bau tak sedap ini, anda bisa menyemprotkan cuka putih ke permukaannya, diamkan beberapa menit, lalu bilas.
Sementara untuk bau yang lebih membandel, rendam bagian permukaan dengan campuran air dan cuka atau perasan lemon selama 5–10 menit. Lalu bilas hingga bersih dan keringkan seperti biasa.
Selain menghilangkan bau, cuka juga berfungsi sebagai antibakteri alami.
4. Rutin Ampelas untuk Permukaan Lebih Halus
Talenan lama biasanya memiliki banyak bekas potongan yang bisa menjadi tempat menumpuknya sisa makanan.
Untuk menghindari hal ini, anda dapat menggunakan amplas halus setiap beberapa minggu sekali untuk menghaluskan permukaannya.
Setelah diamplas, bersihkan debunya dengan lap kering, lalu olesi sedikit minyak mineral agar talenan tetap lembap dan tidak mudah retak.
5. Simpan di Tempat Kering dan Terbuka
Jangan menyimpan talenan di laci yang lembap atau tertutup rapat. Simpan di tempat yang cukup sirkulasi udara, bisa juga digantung di dinding dapur.
Dengan cara ini, permukaannya tidak lembap dan lebih tahan lama digunakan.
Baca Juga: Cara Mudah Membersihkan Kompor, Kembali Kinclong Hanya dengan Dua Bahan Dapur Ini
Penutup
Talenan berbahan kayu bisa menjadi investasi jangka panjang di dapur, asal dirawat dengan cara yang benar.
Kunci utamanya ada di cara mencuci, mengeringkan, dan menyimpannya.
Hindari merendam di air, pastikan selalu kering setelah dipakai, dan bersihkan dengan bahan alami seperti cuka atau lemon untuk mencegah bau dan pertumbuhan jamur.
Dengan perawatan rutin, kamu tak hanya menjaga kebersihan alat dapur, tapi juga melindungi kesehatan keluarga dari paparan bakteri.
Yuk, mulai rawat talenan kayu di rumah agar awet, bersih, dan bebas jamur! (mif)
Editor : Miftahul Khair