Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Stonehenge Bukan Warisan Gletser, Melainkan Keajaiban Transportasi Neolitik

Budi Miank • Selasa, 22 Juli 2025 | 16:44 WIB
Fragmen Newall Boulder di Stonehenge, yang membuktikan batu raksasa diangkut oleh manusia, bukan oleh es.
Fragmen Newall Boulder di Stonehenge, yang membuktikan batu raksasa diangkut oleh manusia, bukan oleh es.

PONTIANAK POST - Fragmen batu kecil yang ditemukan di Stonehenge pada 1924, dikenal sebagai Newall Boulder, kini menjadi kunci untuk mengungkap misteri pengangkutan batu raksasa monumen prasejarah ini.

Studi terbaru menolak teori lama bahwa batu-batu tersebut dibawa oleh gletser dan menegaskan bahwa manusia-lah yang mengangkut batu-batu tersebut dari jarak ratusan kilometer.

Stonehenge, yang terletak di Dataran Salisbury, dibangun oleh komunitas Neolitikum dengan menggunakan batu-batu yang berasal dari seluruh penjuru Britania Raya.

Batu biru, misalnya, diambil dari Perbukitan Preseli di Wales, sekitar 240 kilometer dari situs, sedangkan Batu Altar berasal dari timur laut Skotlandia, sejauh 700 kilometer.

Selama puluhan tahun, para arkeolog berdebat apakah bongkahan batu besar tersebut dibawa oleh manusia atau oleh kekuatan alam seperti gletser.

Analisis pada 1990-an menyatakan Newall Boulder mungkin batu erratic glasial — artinya dibawa ke Salisbury oleh es ribuan tahun lalu — yang jika benar, berarti para pembangun Stonehenge tidak perlu mengangkut batu tersebut melintasi jarak jauh.

Namun, studi terbaru yang dipublikasikan sebagai tanggapan terhadap klaim sebelumnya menyanggah hal itu.

Peneliti menjelaskan bahwa karakteristik keausan batu Newall tidak konsisten dengan abrasi glasial, melainkan lebih mungkin akibat pelapukan alami.

Mereka juga menegaskan tidak ada bukti glasiasi di Dataran Salisbury, seperti endapan es yang biasa ditemukan.

Lebih jauh, mereka mengidentifikasi batu Newall sebagai bagian dari batu biru Stonehenge yang berasal dari singkapan riolit di Craig Rhos-y-felin, Perbukitan Preseli, Wales.

Lokasi ini juga menunjukkan bukti penggalian prasejarah yang kuat, mendukung teori bahwa batu biru diangkut secara aktif oleh manusia sekitar 3000 SM.

“Tidak ada tanda gletser yang menghubungkan Craig Rhos-y-felin dengan Stonehenge, dan tidak ada bukti glasiasi di Salisbury. Semua ini menegaskan bahwa batu biru tersebut diangkut oleh manusia,” tulis para peneliti dalam studi mereka yang dikutip dari IFLScience.

Penemuan ini menambah pemahaman tentang teknologi dan kemampuan luar biasa masyarakat Neolitikum dalam membangun monumen raksasa yang hingga kini masih memukau dunia.(*)

Editor : Budi Miank
#manusia #batu #stonehenge #Newall Boulder #prasejarah