Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mitos dan fakta seputar kopi, Benarkah bikin jantung berdebar? Cek Di Sini

Syeti Agria Ningrum • Senin, 1 September 2025 | 18:00 WIB
Penjelasan ilmiah mengenai beberapa mitos seputar kopi.
Penjelasan ilmiah mengenai beberapa mitos seputar kopi.

PONTIANAK POST - Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Aroma khas dan rasa pahitnya yang unik membuat banyak orang menjadikannya teman setia untuk mengawali hari.

Namun, dibalik popularitasnya, minuman berwarna hitam ini tidak lepas dari berbagai mitos, mulai dari membuat jantung berdebar, susah tidur, hingga dianggap berbahaya untuk kesehatan.

Faktanya, tidak semua anggapan tersebut benar. Untuk menghindari kesalahpahaman, mari kita telaah mitos dan fakta seputar kafein dalam minuman hitam beraroma khas ini berdasarkan temuan ilmiah, dilansir dari Heart and Stroke Foundation of Canada.

Berikut mitos dan fakta seputar kopi:

1. Membuat Berdebar dan Berisiko bagi Jantung

Faktanya sebagian orang memang lebih sensitif terhadap kafein sehingga dapat merasakan efek samping seperti jantung berdebar lebih cepat setelah meminumnya.

Namun, studi berskala besar menunjukkan bahwa konsumsi minuman yang dikenal sebagai penghilang kantuk ini dalam batas wajar tidak meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kafein hanya menyebabkan sedikit peningkatan tekanan darah pada orang tertentu, efeknya pun mirip dengan aktivitas ringan seperti naik tangga.

Jadi, bagi orang sehat, minum 1–3 cangkir kopi per hari justru bisa memberi manfaat berkat kandungan antioksidannya.

2. Membuat Sulit Tidur 

Faktanya kafein memang dapat mempengaruhi kualitas tidur karena sifatnya yang menstimulasi otak.

Tapi bukan berarti setiap orang akan insomnia setiap kali meminumnya. Kuncinya adalah waktu konsumsi.

Sebaiknya tidak mengkonsumsi 6–8 jam sebelum tidur untuk mencegah gangguan tidur.

Sensitivitas tiap orang terhadap kafein berbeda.

Ada yang bisa tidur nyenyak meski baru saja minum kopi, ada juga yang perlu jeda lebih panjang.

3. Kafein Bersifat Adiktif

Faktanya banyak orang mengatakan mereka "kecanduan" kopi. Padahal, kafein tidak bersifat adiktif seperti narkotika.

Hanya saja, jika terbiasa meminumnya setiap hari lalu berhenti mendadak, tubuh akan bereaksi seperti sakit kepala atau rasa mudah lelah.

Efek ini biasanya dapat dihindari dengan mengurangi konsumsi secara bertahap.

4. Menyebabkan Dehidrasi 

Faktanya banyak yang percaya kafein bersifat diuretik sehingga membuat tubuh kehilangan cairan.

Memang benar kafein dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, tetapi kopi tetap mengandung sekitar 99% air.

Artinya, minum 2–3 cangkir sehari justru tetap membantu hidrasi tubuh, asalkan jumlahnya tidak berlebihan (maksimal 400 mg kafein per hari atau sekitar 3–4 cangkir).

5. Kafein Buruk untuk Ibu Hamil dan Anak 

Faktanya mengkonsumsi kafein dalam jumlah benar (maksimal 300 mg per hari) masih dianggap aman bagi ibu hamil.

Sementara itu, pada anak-anak, kafein juga bisa ditoleransi tubuh selama tidak dikonsumsi berlebihan.

Yang perlu diperhatikan adalah membatasi konsumsi minuman berenergi atau kopi manis dengan kadar gula tinggi.

Berdasarkan penelitian, batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa adalah sekitar 400 mg per hari, setara dengan tiga hingga empat cangkir.

Penutup

Menikmati secangkir kopi di pagi hari tidak hanya membantu meningkatkan energi, tetapi juga memberi asupan antioksidan alami yang berperan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Antioksidan ini bahkan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan beberapa penyakit kronis lainnya.

Namun, penting untuk mengingat bahwa segala sesuatu yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping.

Konsumsi dalam jumlah terlalu tinggi, terutama menjelang waktu tidur, berpotensi mengganggu kualitas tidur.

Kopi yang disajikan dengan tambahan gula, sirup, atau krim dalam jumlah besar dapat mengurangi manfaat alaminya karena meningkatkan asupan kalori dan gula harian.

Dengan kata lain, ia tetap aman dan bermanfaat bila dikonsumsi secara bijak tidak berlebihan, serta diolah dengan cara sederhana tanpa campuran lainnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#mitos #kopi #jantung berdebar #fakta