Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bulu Kucing Kusam dan Rontok Parah? Cek Pola Makannya, Bisa Jadi Gara-Gara Ini

Syeti Agria Ningrum • Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:30 WIB
Ilustrasi seseorang sedang memberi makan kucing peliharaan di rumah.
Ilustrasi seseorang sedang memberi makan kucing peliharaan di rumah.

PONTIANAK POST - Bagi para pecinta kucing, bulu yang rontok berlebihan tentu bisa bikin khawatir.

Selain membuat rumah penuh dengan helai bulu, kondisi ini juga bisa jadi tanda bahwa ada yang tidak beres pada kesehatan si kucing. 

Faktor makanan punya peran besar terhadap kesehatan kulit dan bulu kucing termasuk kandungan garam, protein, lemak, hingga mineral di dalamnya. 

Makanan dan Peran Nutrisi dalam Kesehatan Bulu

Menurut VCA Animal Hospitals, pola makan yang tidak seimbang bisa menyebabkan kulit kering, gatal, dan bulu mudah rontok. 

Kucing membutuhkan protein hewani berkualitas tinggi, asam lemak omega-3 dan omega-6, serta vitamin A dan E untuk menjaga lapisan kulit tetap lembab dan memperkuat akar bulu.

Jika makanan kucing terlalu banyak mengandung garam atau natrium, seperti ikan asin atau makanan manusia yang diolah, kulit kucing bisa kehilangan kelembaban alami, sehingga tampak kusam dan mudah patah.

Pengaruh Kandungan Ikan dan Garam terhadap Kondisi Bulu

Dalam ulasan Royal Canin, ikan memang mengandung asam lemak sehat seperti EPA dan DHA, tetapi jika diberikan dalam bentuk olahan asin atau kering, kadar natriumnya bisa terlalu tinggi. 

Garam berlebih dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dan memicu dehidrasi ringan pada kulit. Efeknya? Kulit kering, ketombe, dan bulu yang mudah rontok.

Selain itu, beberapa kucing bisa mengalami reaksi alergi terhadap jenis ikan tertentu terutama jika sudah mengalami oksidasi atau tidak segar lagi.

Tanda-Tanda Bulu Kucing Mulai Bermasalah

Menurut IAMS, beberapa tanda umum gangguan kulit dan bulu antara lain:

Jika tanda-tanda ini muncul, langkah pertama adalah memeriksa kembali pola makan dan sumber nutrisinya.

 

Rekomendasi Pola Makan Sehat untuk Kucing

Menurut Vetster, idealnya diberi makanan tinggi protein hewani dengan kadar lemak sehat yang seimbang. Beberapa nutrisi penting untuk bulu dan kulit sehat meliputi:

Hindari memberikan makanan manusia, terutama yang mengandung garam tinggi, penyedap rasa, atau minyak berlebih, karena sistem pencernaan kucing tidak dirancang untuk itu.

Kerontokan tidak selalu disebabkan oleh hal sepele seperti perubahan musim. 

Kandungan garam berlebih, protein yang tidak seimbang, atau kekurangan asam lemak bisa memperburuk kondisi kulit dan bulu. 

Pastikan kamu memberikan pakan yang bernutrisi lengkap, seimbang, dan bebas bahan tambahan manusia, supaya bulu kucing tetap halus, berkilau, dan sehat. (*)

Editor : Miftahul Khair
#Kusam #nutrisi #bulu kucing #pola makan #rontok