PONTIANAK POST – Gigitan kutu kasur atau bedbug sering menimbulkan benjolan merah kecil yang gatal dan mengganggu kenyamanan, terutama saat tidur.
Meski terlihat sepele, rasa gatalnya bisa bertahan hingga dua minggu dan menyebabkan iritasi bila terus digaruk.
Kutu kasur merupakan serangga parasit kecil yang mengisap darah manusia.
Mereka paling aktif di malam hari dan tidak menularkan penyakit, namun bisa memicu reaksi kulit dan gangguan tidur.
Melansir dari Medical News Today, warna bekas gigitan dapat berbeda pada setiap orang. Mulai merah muda, kemerahan, hingga ungu pada kulit yang lebih gelap.
Bagaimana Ciri-Ciri Gigitan Kutu Kasur?
Gigitan bedbug biasanya menimbulkan Rrasa gatal atau perih seperti terbakar.
Tak hanya itu, biasanya akan muncul enjolan kecil dengan bagian tengah bening dan Ruam merah atau ungu dengan sedikit pembengkakan.
Pola gigitan berderet, membentuk garis atau zigzag (tiga titik berurutan).
Pada sebagian orang, reaksi bisa muncul beberapa jam setelah digigit, namun ada juga yang baru merasakan gejalanya beberapa hari kemudian.
Sensitivitas terhadap gigitan bahkan bisa meningkat seiring paparan berulang.
Gejala Berat yang Perlu Diwaspadai
Meski jarang, gigitan kutu kasur bisa memicu reaksi alergi berat, seperti sulit bernapas, mual atau demam, bengkak pada lidah, hingga detak jantung tidak teratur.
Gigitan paling sering muncul di bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian saat tidur, seperti wajah, leher, bahu, tangan, dan kaki.
Selain gangguan kulit, infestasi kutu kasur bisa memengaruhi kesehatan mental.
Kurang tidur akibat gatal dan cemas kerap menimbulkan stres atau mudah lelah. Banyak orang juga merasa malu karena adanya stigma, walaupun faktanya kutu kasur dapat hidup bahkan di rumah yang bersih.
Cara Mengobati Gigitan Kutu Kasur di Rumah
Perawatan biasanya mudah dilakukan tanpa resep dokter, di antaranya:
- Cuci area gigitan dengan sabun dan air untuk mencegah infeksi.
- Gunakan krim hidrokortison, salep antigatal, atau antihistamin untuk meredakan gatal.
- Kompres dingin jika bengkak.
- Hindari menggaruk agar tidak menimbulkan luka terbuka atau bekas hitam.
Jika gatal tidak kunjung mereda atau muncul reaksi alergi berat, segera periksakan diri. Dokter dapat memberikan:
- Antihistamin dosis lebih kuat
- Kortikosteroid
- Antibiotik bila terjadi infeksi
- Epinefrin pada reaksi alergi akut
Baca Juga: Bolehkah Rebahan di Kasur dengan Baju dari Luar? Ini Kata Ahli
Cara Mengenali dan Mencegah Kutu Kasur di Rumah
Kutu kasur berukuran kecil (5–7 mm), berbentuk oval pipih, dan berwarna cokelat kemerahan setelah makan.
Nimfa atau anakan warnanya lebih pucat. Telurnya sangat kecil, menyerupai butiran putih mutiara.
Tanda rumah terinfestasi antara lain:
- Bercak darah kecil di seprai
- Noda kecokelatan dari kotoran kutu
- Bau apek khas dari tubuh kutu
- Temuan telur atau nimfa di lipatan kasur dan celah perabot
Kutu kasur mudah berpindah melalui koper, furnitur bekas, kasur lama, atau paket barang.
Karena itu segera periksa kasur dan sofa secara berkala. Hindari membawa masuk furnitur bekas tanpa dicek.
Vakum area tidur dan lipatan kasur secara rutin. Selain itu, cuci seprai dengan air panas bila menemukan tanda mencurigakan. (*)
Editor : Miftahul Khair