Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Deretan Ulama yang Memilih Jomblo Sampai Akhir Hayat, Berikut Alasan dan Kisahnya

Khoiril Arif Ya'qob • Rabu, 7 Januari 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi seseorang sedang membaca al-quran.
Ilustrasi seseorang sedang membaca al-quran.

PONTIANAK POST - Anda jomblo? Jika ya, tenang saja, Anda tidak sendiri. Banyak ulama, tokoh besar, intelektual yang sampai akhir hayatnya memilih untuk tidak menikah.

Alasannya mereka beragam sesuai dengan konteks zaman dan prinsip yang dirinya masing-masing pegang.

Dalam hadis diriwayatkan Ibnu Majah dari riwayat Sayyidah Aisyah disebutkan:

"Nikah adalah sunnah Nabi. Barang siapa yang tidak mengikuti Sunnahnya, maka ia bukanlah bagian dari umat Nabi."

Lima Ulama Jomblo Beserta Alasannya

Pertanyaan yang segera disampaikan adalah mengapa para ulama itu tidak menikah?

Padahal mereka sangat piawai, mengerti al-Qur'an, hadis-hadis nabi, dan pendapat para sahabat Nabi perihal nikah.

Merujuk pada Buku Memilih Jomblo: Kisah Para Intelektual Muslim yang Berkarya Sampai Akhir Hayat (2015) karya KH. Husein Muhammad, menyebut banyak ulama yang memilih tidak menikah.

Sebetulnya ada 21 ulama yang memilih tidak menikah dalam buku tersebut. Akan tetapi di sini akan dihadirkan 5 beserta alasannya:

1. Sayyid Ahmad Badawi

Ia adalah sufi besar dan seorang Wali Qhutub. Sayyid Ahmad Badawi (w. 1276 M) adalah pendiri tarekat yang dikenal dengan sebutan: Thariqah Badawiyah.

Sayyid Badawi tidak menganjurkan masyarakat untuk hidup membujang. Ia melihat dunia Islam sangat membutuhkan orang yang berkonsentrasi penuh dalam dakwah.

Sang Wali Quthub itu telah bertekad untuk menekuninya secara penuh. Ia merasa tidak mampu untuk mengikuti Nabi Saw. dan para sahabat yang melakukan keduanya sekaligus; menikah dan berdakwah.

Baca Juga: Hari Santri Nasional, Khusayri Ajak Santri Pertegas Identitas dan Teladani Ulama

2. Muhyiddin An Nawawi

Imam Nawawi (w. 1277 M) memilih jalan hidup membujang dan mengisinya dengan menekuni ilmu pengetahuan.

Karya-karya Imam Nawawi sangat banyak yang hingga hari ini masih dikaji di pesantren-pesantren.

Ia tidak menikah karena menyibukkan diri dengan ilmu pengetahuan dan mengabdi kepada umat.

3. Ibnu Taimiyah

Ulama besar ini bernama Ibnu Taimiyah. Ia adalah tokoh besar dalam mazhab Hanbali. Karyanya sangat banyak.

Namanya disebut sebagai ulama dengan banyak keahlian. Ia ahli hadis, ahli tafsir, ushul fiqh. Dikenal juga sebagai pembaru dan pejuang Islam.

Alasannya tidak menikah dikarenakan lebih mengutamakan ilmu pengetahuan, dakwah, jihad, kerja transformasi sosial, dan mendidik masyarakat.

Baca Juga: Safari Fajar, Gubernur Kalbar Salurkan Hibah Ratusan Juta untuk Masjid

4. Jamaluddin Al Afghani

Nama ini sangat populer di dunia Islam pada awal abad 20-an. Jamaluddin Al-Afghani (w. 1897) adalah pendiri Pan Islamisme.

Melalui gerakannya, ia menyatukan politik di dunia Islam yang telah lama terpecah. Ia dikenal sebagai pembaharu Islam.

Tokoh besar itu juga pernah mendirikan surat kabar bernama al-Urwah al-Wutsqa bersama Muhammad Abduh sebagai editornya.

Al-afghani meninggal dunia dalam keadaan sendiri, tanpa keluarga. Tidak ada keterangan yang didapat mengapa ia tidak menikah.

KH Husein Menyebut menduga kuat bahwa Al-Afghani tidak menikah karena memilih jalan perjuangan dan dakwah Islam.

5. Karimah Al Marwaziyah

Adalah Ahli Hadis Perempuan. Karimah Al-Marwaziyah (w. 1070 M) adalah perempuan yang menjadi guru besar bagi para ulama.

Semua hidup Karimah dihabiskan hanya untuk ilmu dan perjuangan Islam.

Tidak ada keterangan pasti mengenai alasan ia tidak menikah. Banyak tokoh menduga karena kesibukannya dalam menghidupkan Islam. (*)

Editor : Miftahul Khair
#tidak menikah #Karimah Al Marwaziyah #jomblo #ulama #Muhyiddin An Nawawi #Ibnu Taimiyah #Jamaluddin Al Afghani #sayyid ahmad badawi