PONTIANAK POST – Bulan Syaban telah tiba sebagaimana dirilis secara resmi oleh LF PBNU bahwa awal bulan Syaban jatuh pada hari Selasa (20/1).
Salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan Syaban adalah melaksanakan puasa sunah.
Kesunahan puasa tersebut banyak diutarakan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, salah satunya sebagai berikut:
“Diriwayatkan dari Aisyah ra, ia berkata: ‘Rasulullah SAW sering berpuasa sehingga kami katakan: beliau tidak berbuka; beliau juga sering tidak berpuasa sehingga kami katakan: beliau tidak berpuasa; aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadan; dan aku tidak pernah melihat beliau dalam sebulan (selain Ramadan) berpuasa lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Syaban.’” (Muttafaqun ‘Alaih).
Baca Juga: Amalan Nabi Muhammad SAW di Bulan Syaban, Yuk Jemput Berkahnya
Lafal Niat Puasa Sunah Syaban
Berikut niat yang perlu diucapkan bagi yang ingin melaksanakan puasa sunah Syaban:
Nawaitu shauma sya‘bana lillahi ta‘ala.
“Saya niat puasa Syaban karena Allah Ta‘ala.”
Selain niat di dalam hati, juga disunahkan mengucapkannya dengan lisan. Sebagaimana puasa sunah lainnya, niat puasa Syaban dapat dilakukan sejak malam hari hingga siang sebelum masuk waktu zawal (saat matahari tergelincir ke barat), dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar atau sejak masuk waktu Subuh.
Keutamaan Puasa Sunah Syaban
Salah satu keutamaan besar yang dijanjikan bagi orang yang melaksanakan puasa sunah di bulan Syaban adalah memperoleh syafaat Rasulullah SAW kelak di hari kiamat.
Keistimewaan ini menunjukkan betapa agungnya amalan puasa tersebut, bukan sekadar sebagai latihan menuju Ramadan, tetapi juga sebagai bentuk kecintaan dan kedekatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Keutamaan tersebut dijelaskan oleh Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi-in:
“Puasa sunah yang kedua belas adalah puasa Syaban, karena kecintaan Rasulullah SAW terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang melaksanakannya, maka ia akan mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat.”
Imam Nawawi menerangkan bahwa puasa sunah Syaban memiliki nilai spiritual yang tinggi dan menjadi salah satu amalan yang dapat mengantarkan seorang hamba meraih pertolongan Rasulullah SAW di akhirat kelak. (*)
Editor : Miftahul Khair