Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mengapa Bulan Syaban Dianggap Istimewa dalam Islam? Begini Pandangan Ulama Sufi

Khoiril Arif Ya'qob • Jumat, 23 Januari 2026 | 18:30 WIB
ilustrasi membaca Al-Qur
ilustrasi membaca Al-Qur

PONTIANAK POST – Bulan Syaban kerap berlalu tanpa banyak perhatian, padahal dalam tradisi Islam bulan ini menyimpan keistimewaan yang mendalam.

Para ulama sufi memandang Syaban sebagai masa persiapan rohani, ketika amal diangkat dan hati dibersihkan sebelum memasuki Ramadan.

Lantas, apa yang membuat Bulan Syaban begitu istimewa dalam Islam?

Berikut penjelasannya menurut pandangan ulama sufi Sayyid Muhammad bin Abbas al-Maliki dalam kitabnya Ma Dza fi Syaban:

Kami tidak mengagungkan zaman (bulan) karena semata zaman tersebut, dan tidak pula mengagungkan tempat karena semata tempat itu. Bagi kami, hal itu bagian dari perbuatan syirik. Tetapi kami melihat yang lebih besar dan agung dari itu semua. Kami melihatnya dari sisi kedudukan dan kemuliaan zaman (bulan) serta tempat tersebut.

Baca Juga: Dosa yang Tidak Serta Merta Diampuni pada Malam Nisfu Syaban Menurut Ulama

Bukan Penghormatan Tanpa Dasar

Dikutip dari Islami.co, penghormatan terhadap suatu masa atau bulan dalam Islam sama sekali bukanlah sesuatu yang lahir tanpa alasan dan tanpa dasar.

Ia berangkat dari dalil, tradisi keilmuan, serta pemahaman mendalam para ulama terhadap keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Sebuah waktu dimuliakan bukan semata karena namanya, melainkan karena di dalamnya terdapat banyak keutamaan, anjuran ibadah, serta peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Semakin banyak amal sunah yang dianjurkan dan semakin besar keutamaan yang dibuka, maka semakin tinggi pula kemuliaan bulan, hari, atau waktu tersebut dalam pandangan Islam.

Dinamakan Syaban karena Mengandung Banyak Kebaikan

Pada masa hidupnya, Rasulullah dikenal sangat menaruh perhatian khusus terhadap Bulan Syaban.

Salah satu bentuk perhatian itu tampak dari kebiasaan beliau yang memperbanyak puasa di bulan tersebut.

Hal ini bukan tanpa sebab. Dalam sebuah hadis, Baginda Muhammad menjelaskan bahwa Syaban adalah bulan ketika amal perbuatan manusia diangkat dan dilaporkan kepada Allah Swt.

Menanggapi keutamaan ini, Sayyid Muhammad bin Abbas al-Maliki menambahkan bahwa bulan ini dinamakan Syaban karena di dalamnya terkandung begitu banyak kebaikan dan limpahan rahmat.

Nama Syaban sendiri, menurut sebagian ulama, bermakna terpencarnya keutamaan, yakni terbukanya berbagai pintu kebaikan bagi hamba yang ingin mendekat kepada Allah.

Bahkan, ada pula ulama yang memaknai Syaban sebagai sebuah jalan di pegunungan—sebuah jalur yang terjal, namun mengantarkan kepada ketinggian—sebagai simbol jalan kebaikan yang menuntut kesungguhan, tetapi berujung pada kemuliaan dan kedekatan dengan-Nya.

Wallahu a’lam. (*)

Editor : Miftahul Khair
#bulan syaban #ulama #islam #keutamaan #sayyid muhammad bin abbas al maliki