Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mumi 2.000 Tahun Bikin Heboh, Objek Misterius di Dada Bocah Mesir Bikin Ilmuwan Penasaran

Budi Miank • Senin, 13 April 2026 | 10:20 WIB
Hasil pemindaian CT mumi anak Mesir yang mengungkap objek misterius di bagian dada.(Marzena Ożarek-Szilke/University of Wrocław)
Hasil pemindaian CT mumi anak Mesir yang mengungkap objek misterius di bagian dada.(Marzena Ożarek-Szilke/University of Wrocław)

PONTIANAK POST - Penelitian terbaru mengungkap temuan mengejutkan dari mumi anak Mesir berusia sekitar 2.000 tahun yang kini tersimpan di Wrocław, Polandia. 

Mumi tersebut diduga menyimpan sebuah objek misterius di area dada yang berpotensi menjadi petunjuk identitas sang anak, termasuk kemungkinan nama atau doa perlindungan untuk kehidupan setelah kematian.

Temuan itu terungkap melalui pemindaian CT non-invasif yang dilakukan tim peneliti dalam studi ilmiah menyeluruh pertama sejak mumi tersebut berada di Museum Keuskupan Agung Wrocław pada 1914. 

Baca Juga: Mumi Mesir Diarak

Penelitian yang dipimpin oleh Prof. Agata Kubala ini juga menemukan bahwa jenazah tersebut adalah seorang anak laki-laki berusia sekitar delapan tahun.

Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Digital Applications in Archaeology and Cultural Heritage, para peneliti menyebut objek di dada mumi kemungkinan berupa papirus atau jimat. 

Namun hingga kini, artefak tersebut belum bisa diakses langsung karena kondisi balutan mumi yang sangat rapuh.

Para ilmuwan menduga objek tersebut sengaja ditempatkan sebagai bagian dari ritual pemakaman Mesir kuno. 

Baca Juga: Caesarion, Firaun Terakhir yang Dieksekusi di Usia Remaja

Jika benar berupa papirus, benda itu bisa saja memuat nama anak tersebut atau mantra pelindung untuk perjalanan menuju alam baka.

“Objek ini mungkin berisi informasi personal yang sangat penting, tetapi kami belum bisa memastikannya tanpa merusak struktur mumi,” demikian kesimpulan tim peneliti dalam laporan mereka.

Mumi ini diperkirakan berasal dari periode Ptolemaik (332–30 SM), masa ketika praktik mumifikasi masih digunakan secara luas di Mesir, meski tidak selalu dilakukan secara mewah.

Pemindaian juga mengungkap detail penting proses mumifikasi, termasuk pengangkatan organ dalam dan kemungkinan pengambilan otak melalui rongga hidung, sesuai praktik umum Mesir kuno. 

Struktur tubuh menunjukkan mumi berasal dari keluarga kelas menengah.

Peneliti juga melacak asal-usul dekorasi peti mumi (cartonnage) yang mengarah ke wilayah Mesir Hulu seperti Kom Ombo atau Aswan. 

Motif seperti teratai dan kumbang bersayap memperkuat dugaan tersebut.

Baca Juga: Mesir Siapkan Rencana Rekonstruksi Gaza

Meski demikian, satu misteri besar masih belum terpecahkan, yakni penyebab kematian sang anak. 

Hingga kini, tidak ditemukan tanda trauma atau penyakit yang jelas pada tubuh mumi tersebut.

Penelitian ini menegaskan bahwa teknologi CT scan modern kini membuka jalan baru dalam arkeologi, memungkinkan pengungkapan rahasia kuno tanpa harus merusak artefak berusia ribuan tahun.(*)

Editor : Budi Miank
#objek #mesir #Mumi #anak #misteri