Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Waspada Bahaya Ruang di Balik Plafon, Area Penting yang Sering Diabaikan

Chairunnisya • Senin, 20 April 2026 | 18:18 WIB
Ilustrasi plafon (DOK JAWAPOS)
Ilustrasi plafon (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Dalam merancang hunian impian, perhatian kita sering kali tertuju pada estetika ruang tamu atau kenyamanan kamar tidur.

Namun, menurut arsitek Aji Kurniawan dari @akurproject, ada satu area kritis yang kerap luput dari perhatian namun berdampak fatal jika diabaikan: ruang di balik plafon.

Meski merupakan "ruang mati" yang tidak dihuni manusia, area di atas plafon memegang peranan kunci terhadap keselamatan dan ketahanan bangunan.

"Bayangkan rumah mewah, tapi rangka atapnya nyetrum gara-gara kabel telanjang digigit tikus. Kan bahaya?" ujar Aji menekankan pentingnya keamanan di area tersembunyi ini, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Tips Memilih Warna Cat Dinding agar Rumah Terasa Lebih Homey

Lindungi dari Hama dan Bahaya Listrik

Aji menegaskan bahwa area plafon harus tertutup rapat sempurna. Hewan seperti kucing, tikus, hingga biawak tidak boleh memiliki celah untuk masuk.

Solusinya, sistem soffit dan fascia harus dirancang dengan presisi agar tidak menyisakan celah sekecil apa pun.

Selain hama, instalasi listrik adalah aspek yang tidak boleh dikompromi. Aji mewajibkan penggunaan pipa pelindung (conduit) dan pelindung sambungan (T-dus). Kabel tidak boleh dibiarkan terbuka tanpa perlindungan.

"Jangan belibet, pasang yang lurus dan kasih klem satu-satu. Kerapian ini akan mempermudah pelacakan jika suatu saat terjadi gangguan," tambahnya.

Baca Juga: Tips Memilih Wallpaper yang Tepat untuk Rumah Minimalis

Pentingnya Akses Inspeksi dan Sirkulasi

Satu elemen yang sering terlupakan adalah manhole atau akses inspeksi. Aji menyarankan minimal ada satu pintu akses di lantai paling atas agar pemilik rumah bisa memantau sumber titik bocor atau memeriksa kondisi kabel secara berkala.

Faktor suhu juga tidak kalah penting. Jika atap menggunakan material konduktor panas, pemasangan insulasi menjadi wajib.

 Insulasi tidak hanya membuat ruangan di bawahnya lebih sejuk, tetapi juga memperpanjang umur kabel dan lampu yang sensitif terhadap suhu panas di atas plafon.

Kelola Udara Kotor dengan Ducting

Untuk area dapur dan kamar mandi, Aji mengingatkan pentingnya sistem ducting. Banyak pemilik rumah yang memasang cooker hood atau exhaust fan tetapi membuang udara kotornya begitu saja ke balik plafon.

Baca Juga: Tips Praktis Menghilangkan Bau Tak Sedap di Cooler Box dengan Bahan Rumah Tangga

"Jangan malas, bikin jalur pipa agar udara kotor benar-benar terbuang ke luar rumah," tegasnya. Udara kotor yang terjebak di plafon dapat memicu kelembapan tinggi dan pertumbuhan jamur yang merusak struktur bangunan.

Bagi Aji, semua langkah ini bukan sekadar urusan estetika, melainkan investasi jangka panjang untuk keselamatan dan ketahanan rumah. Kesalahan kecil di balik plafon bisa berdampak besar bagi kenyamanan seluruh penghuni rumah. (*)

Editor : Chairunnisya
#Plafon dan Atap #Tips Rumah #rumah #arsitektur #kabel listrik