PONTIANAK POST - Banyak orang fokus pada bahan makanan sehat, tetapi sering lupa bahwa peralatan dapur juga berperan penting terhadap kesehatan.
Tanpa disadari, alat yang digunakan setiap hari bisa membawa risiko jangka panjang. Muncullah pertanyaan, apa saja peralatan dapur yang aman untuk kesehatan?
Jawabannya ada pada pemilihan bahan yang tepat dan minim paparan zat berbahaya. Dengan sedikit perubahan, dapur bisa jadi lebih sehat sekaligus aman untuk keluarga.
Baca Juga: Cara Aman Bersihkan Sofa Bludru Tanpa Merusak Seratnya, Bisa Pakai Bahan Dapur Ini
1. Talenan Plastik
Peralatan sederhana seperti talenan ternyata bisa berdampak pada kesehatan. Dietisien terdaftar Avery Zenker RD, MAN dari MyHealthTeam dilansir dari Antara menyarankan untuk mulai mengganti talenan plastik dengan bahan lain yang lebih aman.
Menurutnya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa talenan plastik berpotensi melepaskan mikroplastik ke dalam makanan.
"Diperkirakan juga bahwa seseorang yang menggunakan talenan plastik terpapar 7,4 hingga 50,7 gram mikroplastik per tahun. Itu setara dengan satu kantong plastik belanjaan di bagian bawah, dan sepuluh kartu kredit di bagian atas. Sebagai gantinya, gunakan talenan kayu, bambu, atau kaca," katanya.
Baca Juga: Cara Membersihkan Talenan dengan Bahan Dapur agar Bebas Bau dan Noda Membandel
Sebagai alternatif, talenan kayu dinilai lebih stabil, tahan lama, serta tidak mudah menghasilkan serpihan saat digunakan untuk memotong.
2. Wajan Teflon
Selain talenan, wajan anti lengket juga perlu diperhatikan. Beberapa jenis wajan mengandung lapisan teflon yang dapat melepaskan zat berbahaya saat terkena panas tinggi.
Zenker menjelaskan bahwa lapisan tersebut bisa menghasilkan senyawa seperti PFOA dan PFAS, yang dikenal sebagai “bahan kimia abadi” dan dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan.
Masih dilansir dari Antara, Ahli diet Helen Tieu, RD, MAN, CDE menyarankan penggunaan wajan berbahan besi cor, baja tahan karat, atau keramik. Selain lebih aman, jenis ini juga cenderung lebih awet dan performanya meningkat seiring waktu.
3. Wadah Penyimpanan Plastik
Dalam hal penyimpanan makanan, wadah plastik masih menjadi pilihan banyak orang karena praktis. Namun, penggunaannya juga memiliki risiko.
"Wadah plastik juga dapat melepaskan bahan kimia seperti BPA atau ftalat ke dalam makanan, terutama saat dipanaskan dalam microwave atau mesin pencuci piring, atau menyimpan makanan asam/berlemak," kata Tieu.
Baca Juga: Berapa Lama Masa Pakai Peralatan Dapur Berbahan Stainless Steel? Simak Risiko dan Anjurannya
Sebagai gantinya, wadah kaca dianggap lebih aman untuk menyimpan sekaligus memanaskan makanan. Selain itu, bahan ini juga lebih ramah lingkungan.
Kurangi Plastik, Pilih Alternatif Lebih Sehat
Mengurangi penggunaan plastik di dapur bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mengganti botol minum plastik dengan bahan stainless steel. Langkah kecil ini membantu meminimalkan paparan zat berbahaya dalam jangka panjang.
Selain itu, penggunaan air fryer juga dinilai lebih sehat dibandingkan metode menggoreng dengan banyak minyak. Cara ini dapat membantu mengurangi konsumsi lemak tidak sehat.
Tak hanya jenis bahan, kondisi peralatan dapur juga perlu diperhatikan. Misalnya, pisau yang digunakan sehari-hari harus selalu tajam agar lebih aman dan tidak mudah tergelincir saat digunakan.
Baca Juga: Cara Ampuh Menghilangkan Noda Lemak dari Peralatan Dapur Tanpa Biaya Mahal
Penggunaan set pisau sesuai fungsi juga disarankan untuk menjaga keamanan dan efisiensi saat memasak. Di sisi lain, hindari penggunaan ketel plastik untuk merebus air, dan beralihlah ke ketel berbahan kaca guna mengurangi risiko paparan zat berbahaya.
Memilih peralatan dapur yang tepat bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang. Dengan mengganti beberapa alat sederhana, risiko paparan bahan berbahaya bisa diminimalkan, dan kualitas hidup pun ikut meningkat. (*)
Editor : Miftahul Khair