PONTIANAK POST - Pernahkah Anda merasa tubuh sangat lelah, tetapi pikiran justru terus berpacu kencang saat menyentuh bantal? Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa insomnia sebenarnya adalah kondisi hyperarousal.
Ini adalah keadaan di mana tubuh selalu berada dalam siaga tinggi, layaknya alarm yang tidak bisa dimatikan.
Dilansir dari Jawapos, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Apt. Mangestuti Agil, MS., menjelaskan bahwa insomnia bukan sekadar disebabkan oleh defisiensi kimiawi.
Oleh karena itu, gangguan ini tidak bisa begitu saja diatasi dengan obat-obatan kimia. Akar masalahnya, yaitu sistem stres yang overactive, perlu dicarikan solusi yang tepat.
Baca Juga: 11 Manfaat Air Rebusan Pandan untuk Kesehatan Menurut Dokter, Dari Redakan Nyeri hingga Insomnia
Mengapa Anak Muda Rentan Terkena Insomnia?
Insomnia pada remaja dan dewasa muda saat ini dipicu oleh kombinasi faktor biologis, psikologis, dan gaya hidup.
Beberapa penyebab utamanya, diantaranya stres dan gangguan mental. Kecemasan yang memicu racing thought atau pikiran yang melaju cepat dan sulit dikendalikan.
Bisa juga disebabkan paparan teknologi. Penggunaan layar ponsel yang berlebih sebelum tidur yang mengganggu jam biologis.
Selain itu juga gaya hidup, seperti konsumsi kafein di sore hari dan jam tidur yang tidak beraturan.
Baca Juga: Susah Tidur? Dr Bobtriyan Ungkap 11 Minuman Ini Bisa Bantu Atasi Insomnia
Jika dibiarkan, insomnia kronis berdampak fatal bagi fungsi kognitif, seperti penurunan konsentrasi hingga risiko penyakit degeneratif seperti Alzheimer.
Solusi Alamiah Menurut Pakar Farmakognosi
Menurut Prof. Mangestuti, ada cara alamiah untuk menciptakan kondisi tenang yang diperlukan tubuh untuk tertidur secara alami tanpa ketergantungan obat:
1. Keajaiban Teh Herbal
Teh kamomila mengandung flavonoid apigenin yang bekerja pada reseptor GABA di otak. Fungsinya seperti "rem" pada sistem saraf untuk mendapatkan relaksasi dan kendali stres.
Rooibos tea, berasal dari Afrika dan bebas kafein. Teh ini membantu menurunkan hormon stres kortisol dan membantu relaksasi otot.
2. Teknik Relaksasi dan Aromaterapi
Prof. Mangestuti menyarankan rangkaian latihan pernapasan dan meditasi yang dikombinasikan dengan bau-bauan minyak esensial (atsiri) yang asli.
Beberapa jenis yang disarankan seperti lavender untuk mengendalikan suasana hati yang bergejolak. Bergamot untuk mengatasi kecemasan atau ketakutan. Cedarwood untuk mengurangi frekuensi terjaga di malam hari.
Baca Juga: Sulit Tidur? Simak Cara Atasi Insomnia dengan Langkah Sederhana Ini!
"Rangkaian aktivitas ini, jika dilakukan di tempat yang bersih, tenang, dan dengan sirkulasi udara yang baik, bisa menghantarkan tidur dalam waktu 15 menit," ungkapnya. (*)
Editor : Chairunnisya