Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Solusi Hemat Perbaiki Lantai Keramik Retak di Rumah

Chairunnisya • Selasa, 21 April 2026 | 19:57 WIB
Ilustrasi keramik (JAWAPOS)
Ilustrasi keramik (JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Kerusakan lantai keramik seperti retak atau pecah masih menjadi masalah umum di banyak rumah. Selain mengganggu tampilan, kondisi ini juga berpotensi memicu kerusakan lanjutan jika tidak segera ditangani.

Namun, principal architect Fine Team Studio, Edward Wemblyn Junaedi, menegaskan bahwa tidak semua kerusakan lantai harus diselesaikan dengan pembongkaran total. Dalam kondisi tertentu, perbaikan parsial justru lebih efisien dan hemat biaya.

“Kalau retaknya hanya satu atau dua keping, tidak ada pola kerusakan berulang, dan struktur lantai di bawahnya masih kokoh, perbaikan bisa dilakukan tanpa bongkar total,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Untuk perbaikan sebagian, ada beberapa metode yang bisa diterapkan.

Di antaranya mengganti keramik yang rusak dengan yang baru menggunakan perekat khusus, melakukan injeksi resin untuk mengisi rongga di bawah keramik, hingga memperbaiki lapisan dasar menggunakan mortar khusus.

Baca Juga: Tips Memilih Warna Cat Dinding agar Rumah Terasa Lebih Homey

Meski demikian, pembongkaran total tetap diperlukan jika kerusakan sudah mengarah pada masalah struktural.

Tanda-tandanya antara lain banyak keramik retak dalam satu ruangan, lantai terasa kopong, terjadi penurunan struktur, atau retakan kembali muncul setelah penggantian.

“Kalau gejala itu muncul, berarti masalah ada di lapisan bawah dan harus ditangani secara menyeluruh,” tegas Edward.

Selain metode perbaikan, pemilihan material juga sangat menentukan hasil akhir. Edward menyarankan penggunaan tile adhesive berbahan fleksibel atau polymer modified, bukan adukan semen biasa.

Baca Juga: Tips Hemat Listrik di Rumah agar Tagihan Bulanan Lebih Ringan, Cek Cara Mudahnya di Sini

Untuk retakan halus, dapat digunakan epoxy filler atau epoxy resin, sementara nat sebaiknya menggunakan bahan fleksibel, terutama di area lembap seperti kamar mandi dan dapur.

Kesalahan yang sering terjadi adalah penggunaan bahan murah tanpa mempertimbangkan fungsi ruangan. Hal ini membuat keramik kembali retak karena perekat dan nat tidak mampu menahan pergerakan lantai atau perubahan suhu.

Agar kerusakan tidak terulang, penting memastikan lapisan dasar lantai stabil dan padat, menggunakan material sesuai kebutuhan, serta menghindari beban berat pada satu titik tanpa pelindung.

Perawatan harian juga tidak kalah penting. Hindari benturan keras pada lantai, segera perbaiki nat yang rusak agar air tidak meresap, serta pastikan sistem drainase di area luar rumah berfungsi baik untuk mencegah genangan.

Baca Juga: Tips Menghemat Listrik AC di Rumah saat Cuaca Panas agar Tagihan tak Membengkak

Edward menambahkan, air yang meresap melalui nat yang rusak menjadi salah satu penyebab utama keramik menjadi kopong hingga akhirnya pecah. Karena itu, perawatan kecil yang rutin justru dapat memperpanjang usia lantai secara signifikan. (*)

Editor : Chairunnisya
#ubin #interior #Tips Rumah