Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jangan Biarkan Kosong Area Bawah Tangga Bisa Jadi Ruang Multifungsi

Chairunnisya • Jumat, 24 April 2026 | 12:39 WIB
Ilustrasi ruang bawah tangga (AI)
Ilustrasi ruang bawah tangga (AI)

PONTIANAK POST - Area bawah tangga sering kali luput dari perhatian.

Banyak yang menganggapnya sebagai ruang mati, padahal dengan sedikit kreativitas, bagian ini bisa disulap jadi area fungsional sekaligus estetik.

Interior designer dari Studio RAI, Rizkivita Agnes, membagikan berbagai cara memaksimalkan area bawah tangga agar tidak terbuang sia-sia.

Menurutnya, pemanfaatan ruang ini sangat bergantung pada posisi tangga di dalam rumah serta kebutuhan penghuninya.

Baca Juga: Tips Memilih Warna Cat Dinding agar Rumah Terasa Lebih Homey

Pada dasarnya, semua jenis tangga bisa dimanfaatkan area bawahnya. Namun, fungsi ruang tersebut perlu disesuaikan dengan letaknya.

Jika tangga berada di ruang keluarga, area bawahnya bisa dijadikan tempat penyimpanan sepatu atau tambahan tempat duduk.

’’Kalau posisi tangga dekat dapur, bisa jadi tempat nyimpan magic jar, air fryer, atau bahkan dispenser dan kulkas. Di rumah mungil, area ini kadang sekalian dijadikan dapur kecil,’’ kata Rizki, dikutip dari Jawapos.

Pemanfaatan ini semakin terasa penting, terutama untuk rumah berukuran terbatas. Area bawah tangga bahkan bisa diubah menjadi kitchen set berbentuk letter L agar lebih efisien.

Baca Juga: Tips Hemat Listrik di Rumah agar Tagihan Bulanan Lebih Ringan, Cek Cara Mudahnya di Sini

Dengan desain yang tepat, berbagai peralatan seperti kulkas, oven, hingga dispenser bisa tertata rapi.

’’Yang penting, ukurannya pas. Dapur di bawah tangga itu efisien banget kalau rumahnya kecil,’’ imbuhnya.

Jika ruang yang tersedia terlalu sempit, fungsi penyimpanan tetap bisa dioptimalkan.

Area tersebut dapat digunakan untuk menyimpan barang yang jarang dipakai, seperti kardus, alat kebersihan, atau koleksi lama. Biasanya cukup ditambahkan pintu kabinet tanpa sekat di dalamnya.

 ’’Biasanya cukup dikasih pintu kabinet. Dalamnya langsung tembok, tanpa penyekat, buat menyimpan barang-barang yang tidak dipakai tiap hari aja,’’ jelasnya.

Selain fungsi, aspek pencahayaan juga perlu diperhatikan. Area bawah tangga cenderung minim cahaya, sehingga berisiko lembap jika tertutup.

Baca Juga: Tips Memilih Wallpaper yang Tepat untuk Rumah Minimalis

Karena itu, penting menambahkan ventilasi atau lubang penghawaan, terutama jika digunakan sebagai ruang penyimpanan.

’’Kalau tangganya dekat sliding door atau area outdoor cahayanya masih bisa masuk. Jika tidak, harus disiasati biar barang yang disimpan nggak lembab dan berjamur,” ungkapnya.

Agar tampil lebih menarik, area bawah tangga juga bisa dipercantik dengan elemen dekoratif. Tidak harus penuh kabinet, desain kombinasi justru bisa membuat ruangan terasa lebih hidup.

Misalnya, sebagian area dijadikan tempat duduk, sebagian lagi sebagai rak, lalu ditambah pencahayaan dan panel dekoratif.

Baca Juga: Tips Memilih Rak Penyimpanan Gudang Rumah agar Rapi dan Efisien

’’Saya pernah bikin desain bench dengan panel kayu, cermin, dan lampu. Jadi tetap multifungsi tapi juga artistik,’’ tuturnya.

Pemilihan material pun sebaiknya selaras dengan interior rumah secara keseluruhan agar tampilan tetap harmonis.

Dengan perencanaan yang tepat, area bawah tangga tak lagi menjadi ruang terbuang, melainkan sudut rumah yang fungsional sekaligus menarik secara visual. (*)

Editor : Chairunnisya
#interior #Tips Rumah #tips rumah tangga