Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sumbangan dengan Paksaan Tuai Sorotan, Batas Tipis Antara Solidaritas dan Pungli

Chairunnisya • Selasa, 28 April 2026 | 21:34 WIB
Ilustrasi orang meminta donasi (AI)
Ilustrasi orang meminta donasi (AI)

PONTIANAK POST - Di tengah kehidupan bermasyarakat, gotong royong sering menjadi perekat hubungan sosial. Namun, praktik di lapangan tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Beberapa waktu lalu, viral video ibu-ibu yang meminta sumbangan secara paksa dan sudah ditentukan nominalnya. Orang yang dimintai sumbangan pun menolak.

Apakah aktivitas dengan spirit gotong royong tersebut sudah bergeser menjadi pungli?

Sosiolog Universitas Brawijaya, Nike Kusumawanti, menjelaskan bahwa makna gotong royong sangat bergantung pada cara pelaksanaannya.

’’Kalau dilaksanakan dengan tulus, sumbangan ini akan menguatkan rasa ke keluargaan dan saling peduli di kalangan masyarakat. Namun, bila caranya memaksa atau membuat orang tidak nyaman, nilai tersebut justru hilang,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Tragis, Pemungut Sumbangan di Sungai Nipah Tewas Ditabrak Pickup, Begini Kronologinya

Menurut Nike, meminta sumbangan bukan sekadar mengumpulkan dana. Lebih dari itu, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan menjaga hubungan baik di lingkungan sosial.

Karena itu, pendekatan yang digunakan menjadi sangat penting agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan.

Ia menekankan bahwa transparansi merupakan kunci utama dalam kegiatan pengumpulan sumbangan.

Permintaan sebaiknya disertai tujuan yang jelas, seperti untuk pembangunan fasilitas umum atau membantu warga yang sedang sakit.

Baca Juga: Peminta Sumbangan Ditertibkan Satpol PP

Selain itu, cara penyampaian juga harus diperhatikan. Pendekatan yang sopan akan membuat masyarakat lebih menerima dan memahami maksud dari kegiatan tersebut.

"Surat resmi, tanda bukti, dan informasi tentang berapa kebutuhan total akan membuat orang lebih percaya," katanya.

Dengan demikian, semangat gotong royong tetap dapat terjaga selama dilakukan secara sukarela, transparan, dan menghormati kenyamanan setiap individu. (*)

Editor : Chairunnisya
#Pungli #solidaritas #Donasi #Sumbangan