PONTIANAK POST – Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei atau dikenal sebagai May Day merupakan momentum penting bagi para pekerja di seluruh dunia.
Peringatan ini bukan sekadar hari libur, tetapi juga simbol perjuangan panjang kaum buruh dalam menuntut hak, kesejahteraan, serta perlindungan kerja yang layak.
Di banyak negara hari Buruh dijadikan agenda tahunan . Berbagai kegiatan mewarnai hari buruh tersebut dari aksi damai, seminar, diskusi publik, hingga perayaan bersama pekerja.
Asal-usul Hari Buruh Sedunia
Seperti diresume dari laman Universitas Djuanda yang ditulis Dr. Hj. Endeh Suhartini SH MH, sejarah Hari Buruh berawal dari gerakan pekerja pada abad ke-19, terutama di Amerika Serikat. Saat itu, para buruh menuntut jam kerja yang lebih manusiawi, yakni delapan jam sehari.
Perjuangan tersebut memuncak dalam peristiwa Haymarket di Chicago pada tahun 1886. Demonstrasi buruh yang berlangsung ricuh menyebabkan korban jiwa dan menjadi tonggak penting lahirnya gerakan buruh internasional.
Baca Juga: Zulkarnain, Buruh Harian Lepas di Mempawah, Menanti Rumah Layak Huni untuk Keluarganya
Sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan tersebut, tanggal 1 Mei kemudian diperingati sebagai Hari Buruh Internasional.
Peringatan Hari Buruh di Indonesia
Di Indonesia, Hari Buruh mulai diperingati sejak masa kolonial Hindia Belanda pada tahun 1920. Namun dalam perjalanan sejarahnya, peringatan ini sempat mengalami pasang surut.
Baca Juga: Peringati Hari Buruh, BPJS Ketenagakerjaan Kapuas Hulu Bagikan Bantuan Sembako
Kini, setiap 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional. Momentum ini dimanfaatkan para pekerja dan serikat buruh untuk menyampaikan aspirasi, harapan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
Buruh dan Pekerja, Apa Bedanya?
Secara umum, istilah buruh dan pekerja kerap dianggap sama. Namun jika merujuk pada penggunaan bahasa, keduanya memiliki makna berbeda.
Baca Juga: Sekda Kalbar Harisson Ajak Kolaborasi untuk Kesejahteraan Buruh di Hari Buruh Internasional
Buruh sering diidentikkan dengan pekerjaan yang mengandalkan tenaga fisik, seperti buruh bangunan atau buruh pabrik. Sementara pekerja memiliki arti lebih luas, yakni seseorang yang bekerja untuk pihak lain dengan menerima upah atau gaji.
Meski demikian, keduanya memiliki tujuan sama, yaitu bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri dan keluarga.
Peran Penting Buruh bagi Pembangunan
Baca Juga: Pemkot Pontianak Gelar Gotong Royong Bersihkan Parit untuk Peringati Hari Buruh Internasional
Buruh dan pekerja memiliki kontribusi besar dalam pembangunan bangsa. Mereka menjadi penggerak sektor industri, perdagangan, jasa, hingga pembangunan infrastruktur.
Tanpa tenaga kerja yang produktif, roda ekonomi akan sulit berjalan. Karena itu, peningkatan kualitas hidup pekerja menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Hari Buruh Bukan Sekadar Seremonial
Baca Juga: Polres Melawi Siagakan Personel untuk Amankan Hari Buruh Internasional 2025
Hari Buruh seharusnya tidak dipahami hanya sebagai seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa hak pekerja, keselamatan kerja, upah layak, dan jaminan sosial harus terus diperjuangkan.
Dengan hubungan kerja yang sehat antara pekerja dan pengusaha, diharapkan tercipta kemajuan ekonomi yang berkeadilan bagi semua pihak.
Refleksi dan Harapan
Bekerja pada dasarnya adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat baik akan memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Hari Buruh menjadi pengingat, penghargaan terhadap tenaga kerja adalah fondasi penting bagi kemajuan negara.
Editor : Silvina