Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sisi Tersembunyi Ki Hadjar Dewantara, Bukan Hanya Tokoh Pendidikan

Silvina • Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB
Sosok Ki Hajar Dewantara (DOC JAWA POS)
Sosok Ki Hajar Dewantara (DOC JAWA POS)

 

Selama ini masyarakat mengenal Ki Hadjar Dewantara sebagai pelopor pendidikan Indonesia dan pendiri Taman Siswa. Namun di balik peran besarnya itu, ada sisi lain yang jarang diketahui publik.

Di Museum Dewantara Kirti Griya, jejak kehidupan pribadinya masih tersimpan dan memperlihatkan sosok Ki Hadjar yang lebih manusiawi, hangat, serta penuh perjuangan.

Menurut Educator Museum Kihajar Dewantara di Yogyakarta, sosok kihajar memiliki sisi lain yang lebih dari sekadar tokoh pendidikan. 

 Baca Juga: Perspektif Pendidikan Etis dalam Memaknai Hardiknas Tahun 2026

Sosok Kepala Keluarga yang Penuh Perhatian

Ki Hadjar Dewantara ternyata dikenal sangat peduli terhadap kenyamanan keluarganya. Di rumahnya, ruang kerja dibuat terpisah dari kamar tidur agar suara mesin ketik tidak mengganggu istri dan anak-anaknya.

Hal kecil ini menunjukkan di balik pemikiran besar tentang bangsa, ia tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas utama.

 Baca Juga: Disdikbud Singkawang Juara Futsal Hardiknas Antar OPD Kalbar Usai Tundukkan Bakeuda Sambas 4-1

Pecinta Seni dan Budaya Nusantara

Tidak banyak yang tahu, Ki Hadjar Dewantara sangat mencintai seni. Ia percaya pendidikan tidak cukup hanya lewat buku, tetapi juga lewat musik, tari, dan kebudayaan.

Di rumahnya tersimpan piano yang digunakan menciptakan tembang dolanan anak. Ia juga ikut mengenalkan seni keraton kepada masyarakat luas agar bisa dinikmati rakyat biasa.

 Baca Juga: Pemkot Singkawang Gelar Gebyar Hardiknas 2026, Dorong Siswa Bangun Karakter dan Sportivitas

Rela Melepas Gelar Bangsawan

Lahir dari keluarga ningrat dengan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat, Ki Hadjar justru memilih meninggalkan gelar kebangsawanannya.

Ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara agar lebih dekat dengan rakyat. Langkah itu menjadi bukti, dirinya tidak ingin berjarak dengan masyarakat kecil.

 Baca Juga: Gebyar Hardiknas 2026 Singkawang Digelar Sederhana, Fokus pada Kreativitas dan Karakter Siswa

Penulis Tajam yang Ditakuti Penjajah

Sebelum dikenal sebagai tokoh pendidikan, Ki Hadjar adalah penulis kritis yang berani melawan pemerintah kolonial Belanda.

Tulisan terkenalnya berjudul *Jika Aku Seorang Belanda* membuat pemerintah kolonial marah. Ia kemudian dipenjara dan diasingkan. Dari sini terlihat  Ki Hadjar bukan hanya pendidik, tetapi juga pejuang intelektual yang berani bersuara.

Baca Juga: Refleksi Hardiknas 2025

Hidup Sederhana Meski Berdarah Bangsawan

Meski berasal dari keluarga terpandang, Ki Hadjar memilih hidup sederhana. Ia lebih fokus memperjuangkan pendidikan rakyat daripada menikmati status sosial.

Sikap rendah hati inilah yang membuat namanya dihormati lintas generasi hingga sekarang.

Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Ajak Siswa Hormati Guru di Peringatan Hardiknas 2025

Warisan Nilai yang Masih Relevan

Sisi tersembunyi Ki Hadjar Dewantara memperlihatkan beliau bukan sekadar tokoh pendidikan. Ia adalah sosok ayah penyayang, pencinta budaya, pejuang berani, dan pribadi sederhana.

Mengenal sisi lain Ki Hadjar Dewantara membuat publik memahami tokoh besar lahir dari karakter kuat, bukan hanya jabatan atau gelar.

Editor : Silvina
#yogyakarta #hardiknas #ki hajar dewantara #museum #tokoh pendidikan