Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Cara Menolak Sumbangan dengan Sopan Tanpa Merusak Hubungan Sosial

Chairunnisya • Jumat, 1 Mei 2026 | 02:42 WIB
Ilustrasi menolak memberi sumbangan (AI)
Ilustrasi menolak memberi sumbangan (AI)

PONTIANAK POST - Dalam kehidupan sosial, tidak semua orang selalu berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk memberi bantuan.

Situasi ini kerap menimbulkan dilema, terutama ketika harus menolak permintaan sumbangan.

Sosiolog Universitas Brawijaya, Nike Kusumawanti, menjelaskan bahwa penolakan tetap bisa dilakukan tanpa merusak hubungan sosial.

Bagi pihak yang dimintai sumbangan, ada kalanya dalam kondisi memang tidak memungkinkan untuk memberikan bantuan.

Baca Juga: Sumbangan dengan Paksaan Tuai Sorotan, Batas Tipis Antara Solidaritas dan Pungli

Menurut Nike, menolak bisa dilakukan tanpa membuat hubungan retak.

Pilihlah kalimat yang tetap menghargai, seperti ’’Maaf, belum bisa membantu sekarang’’ atau ’’Bisa saya ikut berpartisipasi di lain waktu.’’

Ia menekankan, cara penyampaian menjadi faktor penting dalam situasi tersebut. Penting untuk menjaga nada suara dan ekspresi agar pesan tidak terdengar sinis.

Sebab, cara penyampaian sering lebih berpengaruh daripada isi ucapan.

Baca Juga: Tragis, Pemungut Sumbangan di Sungai Nipah Tewas Ditabrak Pickup, Begini Kronologinya

"Intonasi yang tenang dan bahasa tubuh yang ramah agar tak terjadi kesalahpahaman," jelas Nike, dikutip dari Jawapos.

Selain itu, bagi yang tetap ingin berkontribusi meski memiliki keterbatasan dana, terdapat alternatif lain yang bisa dilakukan. Kontribusi tidak selalu harus dalam bentuk uang.

Jika ingin membantu namun dana terbatas, sumbangan bisa diberikan dalam bentuk lain.

Misalnya menyediakan konsumsi, meminjamkan peralatan, atau membantu tenaga saat acara berlangsung. Kontribusi non-material tetap memiliki nilai yang sama dalam konteks gotong royong.

Dengan pendekatan yang tepat, hubungan sosial tetap dapat terjaga, sekaligus membuka ruang bagi partisipasi yang lebih inklusif di tengah masyarakat. (*)

Editor : Chairunnisya
#Hubungan Sosial #Donasi #Sumbangan #sopan