Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Benarkah Candi Borobudur Warisan Nabi Sulaiman? Ini Ulasannya

Silvina • Rabu, 6 Mei 2026 | 13:38 WIB
Para wisatawan berkunjung ke Candi Borobudur (DOK JAWA POS)
Para wisatawan berkunjung ke Candi Borobudur (DOK JAWA POS)

 

PONTIANAK POST-Candi Borobudur merupakan salah satu warisan budaya terbesar Indonesia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Dengan ketinggian sekitar 35 meter dan luas mencapai 15.000 meter persegi, Borobudur dikenal sebagai monumen Buddha terbesar di dunia.

Dilansir dari laman borobudursunrise.net, candi ini dibangun sebagai tempat ibadah sekaligus lokasi ziarah umat Buddha, yang menggambarkan perjalanan manusia dari kehidupan duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan.

Namun di tengah kemegahannya, muncul sebuah teori yang cukup kontroversial: benarkah Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman?

Baca Juga: CEK FAKTA: [Hoaks] Pemasangan Eskalator di Candi Borobudur untuk Kunjungan Prabowo dan Emmanuel Macron

Teori yang Mengaitkan dengan Nabi Sulaiman

Sejumlah pihak meyakini Borobudur memiliki kaitan dengan Nabi Sulaiman. Salah satu tokoh yang mengemukakan pandangan ini adalah KH Fahmi Basya. Ia menyampaikan beberapa teori yang dianggap sebagai bukti keterkaitan tersebut.

Relief dan Patung yang Disebut Dibuat Jin

Baca Juga: 36 Biksu Thudong Tiba di Candi Borobudur, Selesaikan Perjalanan Spiritual dari Thailand

Dalam kisah Nabi Sulaiman, terdapat istilah *tamatsil*, yaitu patung atau relief yang dibuat oleh bangsa jin. Beberapa pihak mengaitkan hal ini dengan relief di dinding Borobudur.

Bahkan disebutkan ada bagian relief yang belum selesai, yang dikaitkan dengan kisah wafatnya Nabi Sulaiman sebagaimana dalam Alquran.

Kisah Nabi Sulaiman Berbicara dengan Hewan

Baca Juga: Bupati Sintang Resmikan SDN 44 Candi

Teori lain menyebut adanya relief yang dianggap menggambarkan kisah Nabi Sulaiman yang mampu berbicara dengan burung. Kisah ini dihubungkan dengan ayat dalam Alquran yang menceritakan mukjizat tersebut.

Dugaan Relief Tabut dan Lempengan Emas

Ada pula klaim mengenai relief yang dianggap menggambarkan tabut, yaitu peti berisi peninggalan para nabi. Selain itu, disebutkan adanya lempengan emas yang dikaitkan dengan simbol tertentu yang diyakini sebagai warisan Nabi Sulaiman.

Baca Juga: Hikmah Besar Dibalik Kisah Nabi Sulaiman dan Semut yang Takut Terinjak  

Kisah Ratu Saba dan Keterkaitan dengan Ratu Boko

Teori lainnya menghubungkan kisah Ratu Saba dengan kawasan sekitar Borobudur, termasuk situs Ratu Boko. Bahkan ada anggapan Borobudur dipindahkan dari lokasi tersebut dengan bantuan kekuatan jin.

Pandangan Sejarawan dan Arkeolog

Baca Juga: Nabi Muhammad dan Piagam Pembebasan Kaum Buruh

Meski teori tersebut menarik perhatian, banyak sejarawan dan arkeolog menolaknya. Mereka menegaskan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman.

Menurut kajian sejarah yang telah lama menjadi rujukan, Candi Borobudur dibangun oleh Dinasti Syailendra pada masa Kerajaan Mataram Kuno sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi.

Sejarawan Belanda, J.G. Casparis, juga menyatakan Borobudur merepresentasikan ajaran dan filsafat agama Buddha, bukan peninggalan peradaban lain.

Baca Juga: Keistimewaan Umar bin Khattab, Sahabat Nabi yang Dijamin Surga  

Antara Keyakinan dan Fakta Ilmiah

Perdebatan mengenai asal-usul Borobudur menunjukkan adanya perbedaan pendekatan dalam memahami sejarah. Sebagian pihak melihatnya dari sudut pandang keyakinan, sementara para ilmuwan mengedepankan bukti arkeologis dan penelitian ilmiah.

Hingga saat ini, belum ada penelitian secara ilmiah membuktikan Candi Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman.

Baca Juga: Benarkah Perempuan Tidur Lebih Lama dari Laki-laki? Ini Fakta Ilmiahnya Menurut Penelitian

Warisan Budaya yang Harus Dijaga

Terlepas dari berbagai teori yang berkembang, Candi Borobudur tetap menjadi salah satu warisan budaya dunia yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi.

Sebagai situs bersejarah, Borobudur bukan hanya kebanggaan Indonesia, tetapi juga warisan dunia yang harus dijaga dan dilestarikan.

Perdebatan boleh saja ada, namun fakta ilmiah tetap menjadi dasar utama dalam memahami sejarah peradaban manusia.

 

 

 

Editor : Silvina
#nabi sulaiman #candi #sejarah #cagar budaya #borobudur