Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Desa Wisata Penglipuran Kembangkan Wisata Kebugaran Lewat Ajang Lari Santai di Kawasan Hutan Bambu Seluas 45 Hektare

Basilius Andreas Gas • Sabtu, 9 Mei 2026 | 21:53 WIB
Desa Penglipuran kembangkan konsep wisata kebugaran lewat gelaran lari santai 5K, Denpasar, Sabtu (9/5). (ANTARA/ho-Desa Wisata Penglipuran)
Desa Penglipuran kembangkan konsep wisata kebugaran lewat gelaran lari santai 5K, Denpasar, Sabtu (9/5). (ANTARA/ho-Desa Wisata Penglipuran)

PONTIANAK POST- Desa Wisata Penglipuran mulai mengembangkan sektor wisata kebugaran atau wellness tourism melalui penyelenggaraan ajang lari santai yang memadukan olahraga, budaya, dan keindahan alam desa.

Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, Wayan Sumiarsa, mengatakan selama ini Penglipuran dikenal sebagai destinasi wisata budaya dan lingkungan. Namun ke depan, desa tersebut ingin memperluas daya tarik wisata dengan menghadirkan konsep wisata berbasis kesehatan dan kebugaran.

“Sampai saat ini kan Desa Penglipuran dikenal dengan destinasi budaya atau lingkungan, kami ke depan ingin menambah nilai Penglipuran sebagai wellness tourism (wisata kebugaran), memang ini lari olahraga tapi mengarahnya ke wellness,” kata Sumiarsa saat dikonfirmasi di Denpasar, Sabtu.

Baca Juga: Review Oppo Find X9 Ultra, Kamera 200MP Disebut Lebih Menggoda dari Google Pixel

Menurut dia, pengembangan wisata kebugaran muncul dari semangat masyarakat dan pengelola desa dalam mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki, termasuk kawasan hutan bambu seluas 45 hektare yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata desa.

Ia menjelaskan, kawasan hutan bambu tersebut terus dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir dan dinilai masih memiliki banyak potensi untuk dieksplorasi sebagai bagian dari aktivitas wisata.

Dari gagasan tersebut, generasi muda Desa Penglipuran kemudian menggagas ajang lari santai sejauh lima kilometer bertajuk Penglipu-Run 2026.

Baca Juga: Polda Kalbar Gagalkan Peredaran Dua Kilogram Sabu Jaringan Perbatasan Malaysia

Ajang tersebut dirancang tidak hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga memberikan pengalaman wisata sehat bagi peserta melalui lintasan yang melewati kawasan hutan bambu dan area desa wisata yang pernah mendapat predikat desa wisata terbaik dunia dari UNWTO.

“Peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga menikmati suasana asri dan budaya khas Desa Penglipuran, nah rutenya kita mulai dari selatan di tugu pahlawan mengelilingi desa dan masuk ke hutan bambu, terakhir akan kembali ke relief area utama desa wisata,” ujarnya.

Sumiarsa menilai inovasi tersebut menjadi bentuk kolaborasi masyarakat dalam memperkuat posisi Desa Penglipuran sebagai destinasi wisata yang mendukung gaya hidup sehat.

Menurut dia, udara yang sejuk, lingkungan bersih, dan suasana desa yang nyaman menjadi daya tarik utama dalam mendukung aktivitas wisata berbasis kebugaran.

Ajang lari santai tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7 Juni 2026 di kawasan Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.

Pada pelaksanaan perdana, pihak pengelola menargetkan sebanyak 500 peserta ikut ambil bagian, baik wisatawan mancanegara, wisatawan domestik, maupun masyarakat Bali yang aktif dalam komunitas lari. (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
#wellness tourism #wisata #desa #destinasi #Lingkungan