PONTIANAK POST- Nama Gajah Mada menjadi salah satu tokoh paling terkenal dalam sejarah Nusantara. Sosok Mahapatih Kerajaan Majapahit ini dikenal luas karena Sumpah Palapa yang legendaris dan tekadnya menyatukan wilayah Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
Namanya bahkan diabadikan menjadi salah satu nama universitas ternama di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada.
Awal Karier Gajah Mada di Majapahit
Baca Juga: Sisi Tersembunyi Ki Hadjar Dewantara, Bukan Hanya Tokoh Pendidikan
Sejarah tidak mencatat secara pasti kapan dan di mana Gajah Mada lahir. Namun, ia diketahui memulai karier di lingkungan Kerajaan Majapahit sebagai seorang bekel atau pejabat pelaksana kerajaan.
Dikutip dari laman Biografiku.com, nama Gajah Mada mulai dikenal ketika berhasil menyelamatkan Raja Jayanagara dari pemberontakan Ra Kuti yang menjadi salah satu ancaman terbesar bagi Majapahit kala itu.
Atas jasanya tersebut, Gajah Mada diangkat menjadi Patih Kahuripan pada tahun 1319. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjabat sebagai Patih Kediri.
Baca Juga: Ini Pesan Buya Yahya dalam Menyikapi Kasus Asusila Tokoh Agama
Diangkat Menjadi Mahapatih Majapahit
Pada tahun 1329, Mahapatih Majapahit Aryo Tadah atau Mpu Krewes berniat mengundurkan diri dari jabatannya. Ia kemudian menunjuk Gajah Mada sebagai penggantinya.
Namun, Gajah Mada tidak langsung menerima jabatan tersebut. Ia memilih membuktikan pengabdiannya lebih dahulu dengan menumpas pemberontakan Keta dan Sadeng terhadap Majapahit.
Baca Juga: Belajar dari Majapahit: Cara Kerajaan Menjaga Alam, Berlandaskan Filosofi Leluhur
Setelah berhasil menaklukkan kedua wilayah itu, Gajah Mada resmi diangkat oleh Ratu Tribhuwanatunggadewi sebagai Mahapatih Majapahit pada tahun 1334.
Sumpah Palapa yang Melegenda
Saat pelantikannya sebagai Mahapatih, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa yang kemudian terkenal dalam sejarah Nusantara.
Baca Juga: Sumpah Pemuda: Saatnya Reformasi Kebijakan Kepemudaan
Dalam kitab Pararaton, Gajah Mada menyatakan dirinya tidak akan menikmati “palapa” atau kenikmatan duniawi sebelum berhasil menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
Sumpah tersebut awalnya diragukan banyak pihak. Namun seiring waktu, Majapahit benar-benar berhasil memperluas pengaruhnya ke berbagai wilayah Nusantara.
Wilayah yang Berhasil Ditaklukkan Majapahit
Baca Juga: Ternyata Begini Hukuman Bagi Perusak Lingkungan pada Zaman Majapahit: dari Denda hingga Hukuman Mati
Di bawah kepemimpinan Gajah Mada, Majapahit berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Bali, Sumatra, Kalimantan, Semenanjung Malaya, hingga wilayah timur Nusantara.
Beberapa daerah yang disebut berhasil berada di bawah pengaruh Majapahit antara lain Palembang, Bali, Lombok, Tumasik atau Singapura, Brunei, Makassar, Buton, Timor, hingga Ambon.
Puncak kejayaan Majapahit terjadi pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang memerintah antara tahun 1350 hingga 1389.
Baca Juga: Tokoh Adat Ketapang Minta Perusahaan Sawit dan Tambang Hormati Hukum Adat dan Kearifan Lokal
Perang Bubat yang Menjadi Kontroversi
Salah satu peristiwa paling terkenal dalam perjalanan hidup Gajah Mada adalah Perang Bubat pada tahun 1357.
Dalam kisah *Kidung Sunda*, perang ini bermula ketika Raja Hayam Wuruk ingin menikahi Dyah Pitaloka, putri Kerajaan Sunda.
Baca Juga: Netanyahu Tegaskan Perang Lawan Iran Belum Berakhir, Fasilitas Nuklir Harus Dibongkar
Namun, Gajah Mada menginginkan pernikahan tersebut sebagai simbol penaklukan Sunda terhadap Majapahit. Perbedaan pandangan itu memicu pertempuran di Bubat yang menewaskan rombongan Kerajaan Sunda.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian paling kontroversial dalam sejarah Majapahit dan membuat posisi Gajah Mada sempat dinonaktifkan dari jabatannya.
Akhir Hidup Gajah Mada
Baca Juga: Bupati Ketapang Hadiri Halal Bihalal Kerajaan Matan, Tekankan Peran Penting Budaya Daerah
Dalam kitab *Negarakretagama*, disebutkan Gajah Mada jatuh sakit pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.
Ia wafat pada tahun 1364 Masehi atau 1286 Saka. Namun hingga kini, lokasi makam Gajah Mada belum diketahui secara pasti.
Meski demikian, nama dan jasa Gajah Mada tetap dikenang sebagai tokoh penting yang membawa Majapahit menuju masa kejayaan dan memperkenalkan gagasan persatuan Nusantara jauh sebelum Indonesia merdeka.
Editor : Silvina