Selain menjadi pembatas antararea, partisi juga mampu mempercantik interior jika dipilih dengan tepat.
Menurut desainer interior Adrian Santoso, partisi tidak hanya berfungsi sebagai sekat.
“Partisi yang baik bukan hanya soal estetika, tapi juga keseimbangan antara fungsi dan kenyamanan ruang. Jangan sampai ruang malah terasa sempit dan pengap karena sekat yang salah,” ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Cara Sederhana Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kamar Mandi Rumah
Langkah pertama sebelum membuat partisi adalah menentukan tujuan utamanya. Apakah hanya untuk memberi batas visual atau benar-benar membutuhkan privasi tambahan.
Jika hanya sebagai pembatas pandang, partisi ringan seperti rak terbuka, kisi dekoratif, atau panel kayu berlubang sudah cukup digunakan.
Sementara untuk area yang membutuhkan privasi lebih, seperti ruang kerja atau kamar tidur, bisa memakai panel kaca buram, partisi geser, atau bahan solid seperti kayu dan gypsum.
“Sering kali orang langsung membuat sekat permanen tanpa pikir panjang, padahal kebutuhan bisa berubah. Partisi yang fleksibel akan jauh lebih fungsional,” lanjutnya.
Baca Juga: Tips Memilih Warna Cat Dinding agar Rumah Terasa Lebih Homey
Material Menentukan Kesan Ruang
Pemilihan material juga sangat memengaruhi tampilan interior rumah. Untuk kesan modern dan bersih, tempered glass atau kombinasi aluminium dan kaca bisa menjadi pilihan.
Jika ingin suasana hangat dan alami, material kayu atau rotan lebih cocok digunakan.
Sementara itu, rumah bergaya industrial dapat memadukan besi hollow dengan panel kayu tipis untuk menciptakan tampilan yang menarik.
Baca Juga: Tips Praktis Menghilangkan Bau Tak Sedap di Cooler Box dengan Bahan Rumah Tangga
Adrian menambahkan, “Material ringan dengan struktur modular lebih mudah dipasang dan dipindah. Ini penting agar partisi bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan ruang di masa depan.”
Jangan Sampai Menutup Cahaya dan Udara
Kesalahan yang cukup sering terjadi saat membuat partisi adalah menutup akses cahaya dan sirkulasi udara. Akibatnya, ruangan terasa gelap dan pengap.
Adrian menyarankan penggunaan partisi yang tetap memungkinkan cahaya masuk dan udara mengalir dengan baik.
“Gunakan kisi, roster, atau kaca buram supaya sirkulasi udara tetap lancar dan ruangan tetap terang alami,” tutur pria 35 tahun itu.
Baca Juga: Tips Menghemat Listrik AC di Rumah saat Cuaca Panas agar Tagihan tak Membengkak
Selain itu, tinggi partisi juga tidak harus selalu mencapai plafon. Partisi setengah atau dua pertiga tinggi ruangan justru dapat menjaga kesan lapang sekaligus tetap memberi batas area yang jelas.
Tren Partisi Fleksibel dan Mudah Dipindahkan
Saat ini, tren partisi rumah semakin mengarah pada sistem modular yang bisa digeser, dilipat, atau dilepas pasang.
Sistem seperti ini memudahkan penghuni menyesuaikan fungsi ruang tanpa harus melakukan renovasi ulang.
“Dengan sistem fleksibel, satu area bisa memiliki dua fungsi. Misalnya ruang tamu yang berubah jadi ruang kerja saat siang, tinggal geser panel saja,” ujar Adrian.
Baca Juga: Tips Memilih Wallpaper yang Tepat untuk Rumah Minimalis
Agar partisi tetap awet dan menarik, perawatan juga perlu diperhatikan. Material kayu sebaiknya diberi pelindung agar tahan lembap dan tidak mudah berjamur.
Sementara kaca atau aluminium cukup dibersihkan secara rutin menggunakan cairan pembersih ringan.
Adrian menekankan, “Partisi yang bagus bukan hanya indah di awal, tapi juga mudah dirawat sehari-hari.” (*)
Editor : Chairunnisya