PONTIANAK POST - Sudut rumah yang selama ini tampak kosong ternyata bisa disulap menjadi area hijau yang estetik dan menyegarkan. Salah satu konsep yang kini makin diminati adalah taman kering indoor.
Arsitek inklusi dsg Wiyugo Hari Pranoto menyebut taman kering cocok ditempatkan di area ujung ruang atau sudut rumah yang jarang dimanfaatkan. Menurutnya, area mati di rumah justru bisa menjadi spot menarik bila ditata dengan tepat.
’’Bagian sudut atau area mati itu bisa disulap jadi spot hijau yang estetik dan fungsional,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Bobupot, Pilihan untuk Interior Garden, Tanaman Tetap Sehat di Ruangan Ber-AC
Taman kering dapat diterapkan di berbagai area rumah. Mulai dari ruang tamu, ruang keluarga, hingga area kering kamar mandi. Namun, ada satu hal penting yang harus diperhatikan, yakni keberadaan bukaan untuk cahaya dan udara.
’’Yang terpenting area tersebut memiliki bukaan yang memungkinkan udara dan cahaya tetap masuk,’’ lanjutnya.
Menurut Wiyugo, elemen utama taman kering indoor adalah bukaan pada atap, baik berupa skylight maupun lubang atap. Bukaan tersebut membantu cahaya alami masuk sekaligus memperlancar sirkulasi udara.
’’Tanpa bukaan, tanaman sulit tumbuh dan udara bisa menjadi pengap. Jadi cahaya harus tetap masuk,’’ kata Wiyugo.
Baca Juga: Tips Menata Ulang Interior Rumah Menyambut Idulfitri, Ciptakan Suasana Nyaman & Elegan
Meski berada di area dengan pencahayaan terbatas, taman kering tetap bisa menggunakan tanaman hidup. Ada sejumlah tanaman yang dinilai tahan pada kondisi minim cahaya, seperti sirih gading, sansevieria, aglaonema, monstera, dan philodendron.
’’Tanaman hidup memberi kesan segar dan natural yang tidak bisa digantikan artificial,” tegasnya.
Namun, penggunaan tanaman hidup juga perlu diimbangi dengan perawatan rutin. Hal itu penting untuk mencegah munculnya hama maupun serangga di area taman indoor.
Baca Juga: Tips Memilih Partisi Rumah agar Ruangan Tetap Lapang dan Nyaman
Selain tanaman, pemilihan material juga perlu diperhatikan agar taman tetap awet dan mudah dirawat. Batu koral putih, batu split, serta material berbasis semen seperti conwood menjadi pilihan yang cukup umum digunakan.
’’Material ini kuat dan tampilannya tetap natural, cocok untuk taman kering,’’ ungkap Wiyugo.
Ia juga mengingatkan agar level lantai taman dibuat lebih rendah dibanding area sekitarnya serta dilengkapi floor drain atau area resapan. Langkah tersebut penting agar air hujan maupun sisa siraman tidak menggenang. (*)
Editor : Chairunnisya